Protes Proyek Stadion Persija Diberi ke Wika, Anies ke Adhi Karya: BUMN Kok Rebutan

Oleh Jihan Nadia pada hari Selasa, 10 Sep 2019 - 11:46:35 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1568090795.jpg

Ilustrasi Proyek Pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS). (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Adhi Karya melayangkan surat keberatan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta soal tender Proyek Pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS) atau Stadion BMW. Adhi Karya protes karena Pemprov DKI melalui Jakarta Propertindo (JakPro) selaku pemilik proyek memberikan tender Stadion Persija bertaraf internasional itu kepada PT Wijaya Karya (Wika).

"Dari pengumuman panitia, kedua peserta lelang dinyatakan lulus semua secara teknis. Dari hasil penawaran konsorsium Adhi, HK (Hutama Karya), NK (Nindya Karya) lebih murah, karena itu kami mengirim surat keberatan ke pemilik proyek," kaya Corporate Secretary PT Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata, saat dikonfirmasi, Senin (9/9/2019). 

Diketahui, lelang proyek Jakarta Internasional Stadium yang dirancang sangat mewah dan modern itu diikuti oleh dua peserta dari kerja sama operasi (KSO) perusahaan-perusahaan BUMN, yakni KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PT Pembangunan Perumahan (PP), dan KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya.

Dari Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran Harga Nomor BA.PK-04/VKCM-JIS/VIII/2019 tanggal 5 Agustus 2019, penawaran harga KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PP sebesar Rp 4,08 triliun. Sementara KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya menawarkan harga Rp 3,78 triliun. Akhirnya, KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PP memenangkan lelang proyek Jakarta International Stadium.

Selain soal harga, Adhi juga keberatan dengan ketidaksesuaian antara peserta yang diundang dengan peserta yang datang. 

"Keberatan kami juga karena leader peserta lelang yang dimenangkan adalah bukan pihak yang diundang panitia. Yang diundang Wijaya Karya, yang mengikuti pelelangan Wijaya Karya Gedung. Selebihnya silahkan ke panitia ya," ucap Syahgolang. 

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyayangkan adanya keberatan tersebut. Anies meminta sesama BUMN mestinya jangan berebutan. 

"Ini sesama BUMN kok rebutan. Ini BUMN sama-sama negara, pasti panitia juga sudah mengikuti prosedur jadi saya kemarin mendengar ketika BUMN ada rebutan, saya heran, ini sama-sama perusahaan negara, sama-sama mau membangun kepentingan publik," ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta. 

Anies meminta kepada Adhi maupun Wika untuk saling mendukung. Beda cerita kalau pemenang tender adalah perusahaan asing. 

"Jadi satu milik asing, asing dimenangkan, Indonesia dikalahkan, bolehlah kita lihat lebih jauh, ini sama-sama BUMN justru saling support, kalau detil prosedur ke panitia saja," ucap Anies. (Alf)

tag: #pemprov-dki  #bumn  #anies-baswedan  

Bagikan Berita ini :