Berita
Oleh Alfian Risfil pada hari Selasa, 10 Sep 2019 - 13:14:30 WIB
Bagikan Berita ini :

Politisi Golkar ini Pertanyakan Maksud Masinton Terima Pengaduan AMPG

tscom_news_photo_1568096070.jpg
Politisi Senior Partai Golkar, HM Ashraf Ali. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Politisi Senior Partai Golkar,HM Ashraf Ali mempertanyakan langkah Masinton Pasaribu, yangmenerima pengaduan dari Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), di Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2019) kemarin malam.

Ashraf meminta Politisi PDI-P itu menjelaskan secara gamblang apa sebenarnya maksud dibalik langkahnya tersebut.Sebab, menurut Ashraf, Masinton "offside" dan terkesan mencampuri persoalan internal Partai Golkar.

"Tidak elok partai lain ikut campur dalam persoalan internal Golkar. Ini demi menghindariinterpretasi yang macam-macam," ucap Ashraf saat dihubungi TeropongSenayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

"Jadi, sebaiknya, Masinton urus saja persolan partainya sendiri. Biar tidak terkesan mencampuri urusan partai lain. Saat ini, kami menjadi pertanyaan besar terkait sikap Masinton itu," sambung Ashraf.

Sebagaimana diketahui, Anggotakomisi III DPR RI, Masinton Pasaribumenerima pengaduan puluhan pengurus AMPG terkaitperistiwa penutupan akses di kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat.

Ketua Pengurus Pusat AMPG, Adi Baiquni menyesalkan tindakan kepolisian Polres Metro Jakarta Barat yang memfasilitasi penutupan akses masuk ke kantor DPP Partai Golkar, Jl. Anggrek Neli, Slipi, Jakarta, yang dilakukan atas permintaan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Sehingga pengurus dan kader Partai Golkar tidak bisa masuk dan mengadakan kegiatan kepartaian.

"Sudah hampir tiga bulan aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin langsung Kapolresnya bertindak berlebihan dengan mengerahjan ratusan polisi berjaga di kantor DPP Partai Golkar. Padahal masih banyak hal lain yang bisa dilakukan oleh kepolisian dalam menjalankan tugasnya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Situasi Partai Golkar sangat kondusif dan tak perlu ada yang dikhawatirkan," ujar Adi Baiquni saat melakukan pengaduan ke Komisi III DPR RI, Senin (9/9/2019).

Adi sangat menyayangkan tindakan Airlangga yang menjadikan aparat kepolisian layaknya satpam kantor DPP. Padahal berdasarkan UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pasal 13 menegaskan tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia, yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; menegakkan hukum; dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

"Karena itu kepolisian jangan sampai mau dimanfaatkan oleh Airlangga Hartarto untuk menjadi satpam kantor DPP Partai Golkar. Segera tarik pasukan dari sana, karena masyarakat masih membutuhkan kehadiran aparat kepolisian di kehidupan mereka. Untuk penjagaan keamanan di kantor DPP Partai Golkar sudah ada satpam yang 24 jam standby. Aparat kepolisian tak perlu direpotkan menjadi satpam tambahan," katanya.

Adi menjelaskan, pengurus AMPG sengaja datang menyampaikan pengaduan ke Komisi III DPR RI yang merupakan mitra kerja Kepolisian Republik Indonesia. Melalui Komisi III DPR RI, AMPG menaruh harapan besar agar kepolisian bisa semakin profesional dan berintegritas, tak ikut larut atau sampai dimanfaatkan oleh segelintir elite politik yang haus kekuasaan.

"Aparat kepolisian sebagai pengayom masyarakat, harus bersikap obyektif dan memastikan bahwa keadaan berjalan dgn aman dan damai menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Golkar. Tapi yang terjadi sekarang justru sebaliknya, aparat kepolisian telah bertendesi kepada salah satu pihak yang berkepentingan. Maka, kuat dugaan kami bahwa aparat kepolisian telah bermain politik dan bersekongkol dengan salah satu pihak yang berkepentingan," tandasnya. (Alf)

tag: #partai-golkar  #pdip  #komisi-iii  #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Fadli Zon Bersuara Soal PKI, Netizen: Kenapa Sekaran Pada Berani Ujuk Gigi

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon melontarkan tentang partai komunis Indonesia (PKI) lewat akun Twitternya @fadlizon. Kicauan Fadli ini membuat banyak ...
Berita

Ingin Berobat dan Mengurus Pesantren, Bupati Bener Meriah Mundur

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Tgk Sarkawi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bupati Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, yang diumumkan kepada masyarakat pada saat pelaksanaan ibadah ...