Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Sabtu, 28 Sep 2019 - 17:29:43 WIB
Bagikan Berita ini :

Fitnah Anies, KAHMI Jaya Akan Polisikan Ketua Jokowi Mania

tscom_news_photo_1569666583.jpg
Ketua Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSDNAYAN) —Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) DKI Jakarta bereaksi terkait tudingan yang dilontarkan Ketua Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer kepada Gubernur DKI Anies Baswedan.

Immanuel dinilai telah memfitnah Anies dengan menyebutnya berada di balik aksi demo mahasiswa di gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Tudingan itu disampaikan Immanuel di media televisi TVOne pada Kamis malam l(26/9/2019) lalu. Dia menuding ada tiga kelompok yang berada di balik aksi mahasiswa. Salah satunya adalah Pemprov DKI Jakarta yang ditandai adanya ambulans berlabel DKI Jakarta.

Koordinator Presidium MW KAHMI Jaya, Mohamad Taufik mengatakan, tudingan Immanuel sangat tidak berdasar alias fitnah yang keji terhadap sosok Anies.

Taufik menegaskan, pihaknya memutuskan akanmenempuh jalur hukum demi membela Anies yang tak lain adalah mantan Presedium MN KAHMI.

“Ya, KAHMI Jayamengambil langkah hukum karena Pak Anies dituding berada di balik aksi demo mahasiswa di Gedung DPR RI,” kata Taufik kepada wartawan, Sabtu (28/9/2019).

Taufik menilai, tudingan tersebut juga mengandung unsur kebencian alias hate speech. Untuk itu, KAHMI Jaya telahmengambil langkah hukum sebagaimana yang tertuang dalam pernyataan sikap MW KAHMI Jaya.

KAHMI Jaya menuntut Immanuel untuk mempertanggungjawabkan pernyataannya secara hukum dan menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara langsung melalui media elektronik dan media cetak berskala nasional dan lokal.

Jika Immanuel tak mengindahkan tuntutan KAHMI Jaya, maka akan dilakukan upaya hukum secara pidana dan perdata.

KAHMI Jaya pun berharap dan mengimbau kepada seluruh tokoh nasional, pengamat, politisi, birokrat serta seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak lagi memberikan pernyataan yang memicu konflik yang berakibat memecah persatuan, kerukunan dan perdamaian bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. (Alf)

tag: #kahmi  #anies-baswedan  #pemprov-dki  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
TStrending
#1
Berita

23 Lansia Meninggal Setelah Divaksin Buatan Pfizer

Oleh
pada hari Sabtu, 16 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Setidaknya 23 orang Norwegia meninggal setelah menerima suntikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech. Hal tersebut diungkapkan oleh pihak berwenang pada hari Kamis ...
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Jumlah Nakes Minim, Pemerintah Diminta Beri Perhatian dan Insentif Lebih

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 16 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Tim Covid-19 Fraksi PKS Sukamta menyatakan, prihatin adanya lonjakan tiap hari jumlah pasien positif yang hadirkan rekor baru setiap harinya.  Setelah pada ...
Berita

WHO: Bukti Sudah Divaksin Bukan Syarat untuk Perjalanan Internasional

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Meski orang sudah divaksin, bukan berarti bebas bepergian. WHO bahkan tidak menyarankan bukti vaksinasi COVID-19 atau kekebalan sebagai syarat untuk perjalanan ...