Ruang F-PAN DPRD Tertutup, Warga: Katanya Partai Reformis, Rumah Rakyat Kok Tertutup?

Oleh Jihan Nadia pada hari Selasa, 15 Okt 2019 - 12:56:48 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1571119008.jpg

Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ada yang berbeda dari ruang fraksi PAN di DPRD DKI. Jika ruang fraksi partai lain di Kebon Sirih begitu terbuka, ruang fraksi Partai Matahari terbit itu justru terkesan eksklusif dan tertutup.

Pantauan di lokasi, untuk bisa masuk ke ruang dewan PAN harus menggunakan akses fingerprint. Partai yang pada periode DPRD lalu hanya mendapatkan dua kursi di DPRD itu baru kali ini menerapkan sistem fingerprint.

Menurut ketua Fraksi PAN DPRD DKI, Lukmanul Hakim, penggunaan alat tersebut lantaran untuk memberikan kenyamanan bagi anggota dewan dari fraksinya.

“Yah karena memang kita ingin kerja nyaman. Lalu juga kan banyak staf ahli di fraksi jadi perlu dibatasi,” ujar Lukman kepada wartawan, Senin (14/10/2019).

Menurutnya, meski fraksinya terkesan eksklusif, namun sangat terbuka dengan masyarakat Jakarta yang ingin mengadukan persoalan.

”Prinsipnya, fraksi kita sangat terbuka kok,” imbuhnya.

Sontak, hal ini membuat partai Amien Rais yang mengklaim sebagai parpol reformasi di Tanah Air itu dipertanyakan.

"Mau nyaman di rumah aja, DPRD itu rumah rakyat tempat rakyat mengadu kalau rumah rakyat sudah tertutup itu artinya wakil rakyatnya eksklusif dan tertutup bagi rakyatnya," kata konstituen PAN asal Jakarta Pusat, yang enggan disebutkan namanya.

"Katanya partai reformis, kok rumah rakyat dibuat tertutup?," sesalnya. (Alf)

tag: #partai-amanat-nasional  #dprd-dki  #pemprov-dki  #amien-rais  

Bagikan Berita ini :