Oleh ferdiansyah pada hari Rabu, 16 Okt 2019 - 09:07:02 WIB
Bagikan Berita ini :

Penurunan Permukaan Tanah DKI Terjadi di Kawasan Nonpipanisasi

tscom_news_photo_1571191622.jpeg
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan turunnya permukaan tanah di Jakarta terjadi di kawasan nonpipanisasi air minum. Sebaliknya, di kawasan pipanisasi penurunan tersebut sudah berhenti.

Anies menyampaikan hal itu menanggapi temuan Kementerian ESDM soal air laut yang sudah masuk ke kawasan Monas karena turunnya permukaan tanah.

Anies menyebutkan, pihaknya mengetahui hal tersebut dari hasil penelitian Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) soal turunnya tanah di Jakarta.

"Soal air laut, penurunan muka tanah. Beberapa waktu lalu, tim peneliti dari JICA mempresentasikan kepada kami, hasil pantauan penurunan permukaan tanah di Jakarta di beberapa titik," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

"Perlu saya garis bawahi di sini. Titik-titik itu mengalami penurunan di tempat yang tidak melakukan pipanisasi air minum," ujar Anies.

"Akan tetapi di tempat yang pipanisasi, maka penurunan permukaan tanahnya berhenti. Tapi di tempat yang belum ada pipa air minum, penurunan tanahnya berjalan terus," ujarnya.

Atas hasil temuan JICA tersebut, Anies menyatakan, pihaknya menarik kesimpulan bahwa sangat penting perluasan pipa air minum untuk mencegah penurunan permukaan tanah lebih jauh.

"Jelas sekali dari temuan itu," ujar Anies.

Perluasan jaringan pipa air minum tersebut dinilai lebih mudah dilakukan jika pengelolaan air minum dari swasta diambilalih pemerintah provinsi seperti yang pernah diungkapkan Anies.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologinya menaruh perhatian besar terhadap kondisi lingkungan di Jakarta. Salah satu yang menjadi isu besar adalah kota metropolitan ini berpotensi tenggelam.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menerangkan pihaknya melalui Badan Geologi sudah melakukan kajian terkait penurunan permukaan tanah. Tercatat hingga 2013 permukaan tanah di Jakarta sudah turun 40 meter dari asalnya, khususnya di Jakarta bagian utara.

Dampak yang sudah jelas terlihat adalah wilayah di pesisir Jakarta Utara. Air laut sudah masuk dan mengurangi batas wilayah di Jakarta Utara.(plt)

tag: #dki-jakarta  #anies-baswedan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Proyek Pesawat R80 dan N245 Diganti "drone", Kenapa?

Oleh Bachtiar
pada hari Minggu, 31 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, Pemerintah memutuskan untuk menghapus dua proyek pengembangan pesawat, yakni R80 dan N245, dari ...
Berita

Jusuf Kalla Prediksi New Normal Bisa Berlangsung 3 Tahun

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan 12 Muhammad Jusuf Kalla memperkirakan pelaksanaan kebijakan new normal di Indonesia bisa berlangsung tiga tahun. "Berapa lama? ...