Oleh Jihan Nadia pada hari Rabu, 16 Okt 2019 - 18:16:02 WIB
Bagikan Berita ini :

Dua Tahun Berlalu, Program Normalisasi Era Anies Tak Ada Progres

tscom_news_photo_1571224562.jpg
Anies saat memantau ketinggian air di Pintu Air Manggarai. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA TEROPONGSENAYAN) --Gubernur Anies Baswedan sudah genap dua tahun memimpin Jakarta. Namun,sejak dilantik pada 16 Oktober 2017 silam, sejumlahpekerjaan rumah Pemprov DKI belum ada progres yang berarti.

Salah satu program yang dianggap penting adalahmengantisipasi bencana musiman banjir.

"Dua tahun berlalu, program normalisasi hampir tidak terdengar. Tidak ada progres. Padahal,sebentar lagi Jakarta sudah memasuki musim hujan,"kataAnggota Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Riano P Ahmad di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

"Sekarang, bagaimana program pencegahan banjir? antisipasinya bagaimana, apakah Pemprov sudah melakukan langkah-langkah antisipasi banjir,?" sambung Riano.

Riano mengatakan, salah satu hal yang sangat penting bagi warga Jakarta adalah persoalan banjir.

Dia pun berharap, di sisa jabatan Anies, persoalan normalilasi harus segera diselesaikan.Riano mendorong agar normalisasi menjadiprogram prioritas.

Diketahui, program normalisasi Kali Ciliwung yang sempat terhenti pada 2018 lalu akan kembali dilanjutkan Pemprov DKI, dalam hal iniDinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

Sebagai langkah awal, Dinas SDA DKI akan melakukan pembebasan lahan pada 118 bidang lahan di bantarankali terpanjang di Jakarta itu.

Sebanyak 118 bidang lahan itu menyebar di empat kelurahan yakni, Kelurahan Tanjung Barat, Cililitan, Pejaten Timur, dan Balekambang.

Riano meminta, Pemprov DKI melakukan terobosan-terobosan yang diperlukan demi mempercepat program normalisasi jalan.

Dia menyebut, banyaknya warga yang membangun bangunan tinggal ilegal di lokasi tak boleh dijadikan alasan.

"Berapa jumlah kepala keluarga terdampak yang akan direlokasi silakan didata, bersinergi dengan para lurah, camat hingga wali kota tiap wilayah," paparnya.

"Sosialisasi mestinya dilakukan jauh-jauh hari sebelum penertiban bangunan disitu dilakukan, koodinasi dengan dinas perumahan, jangan juga langsung main bongkar, kasian warga yang sudah puluhan tahun tinggal disitu," pesan Riano.

Anies: Normalisasi Tak Efektif Atasi Banjir Jakarta

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan melanjutkan normalisasi sungai dan kali karena tidak sependapat dengan penggusuran.

Ia berdalih,penggunaan metode naturalisasi untuk membuat sungai bisa menampung curahan air yang kerap berlebih di musim hujan sehingga mampu mencegah banjir tak efektif.

Program normalisasi yang kokoh berjalan di era Mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama pun terhenti.

Anies menilai program normalisasi Sungai Ciliwung tidak efektif mengatasi banjir. Sebab, dia menemukan wilayah yang sudah dilakukan normalisasi sungai tetap banjir.

"Lihat beberapa bulan yang lalu kawasan Kampung Melayu banjir, padahal di situ sudah dilakukan normalisasi.Dan justru banjirnya di kawasan yang sudah terjadi normalisasi. Kan kalau logikanya, di tempat yang sudah ada normalisasi, harusnya tidak banjir," ucap Aniesdi Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019) kemarin.

Bagi Anies, masalah bukan di bagian hilir sungai, melainkan di bagian hulu. Untuk itu, penanganan lebih baik dilakukan di bagian hulu.

"Kenapa masih terjadi banjir? Karena masalahnya volume air yang dari hulu itu tidak dikendalikan," kata Anies.

Anies menyebut, ada masalah di bagian hilir yang sulit diubah. Salah satu sebabnya, permukaan tanah Jakarta lebih rendah dari permukaan air laut.

"Jadi membiarkan air dari hulu datang ke kota secepatnya dikirim ke pesisir, akan bertemu dengan permukaan air laut yang lebih tinggi. Karena itu, strategi yang harus kita dorong lebih jauh adalah membangun kolam-kolam retensi di hulu. Sehingga volume air yang masuk ke Jakarta itu terkendali," kata Anies.

Anies sadar penanganan hulu tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemprov DKI Jakarta. Anies meminta bantuan dari pemerintah pusat, khususnya Presiden Jokowi.

"Saya berbicara juga dengan Pak Menteri PUPR, bahkan beberapa hari yang lalu dengan Bapak Presiden juga, soal percepatan bendungan-bendungan dibangun di hulu," kata Anies.

Anies berkeyakinan apa pun usaha mengatasi banjir di hilir akan percuma jika tak ada upaya penanganan di hulu. Anies pun berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC).

Meski begitu, Anies tidak meninggalkan pengelolaan di hilir, seperti normalisasi Ciliwung.Dia tetap akan melanjutkan program sodetan Ciliwung di Bidara Cina, Jakarta Timur.
"Karena apa pun yang kita kerjakan di hilir, apalagi dengan ada permukaan air laut yang tinggi, kecepatan air yang tinggi dengan volume besar tidak mungkin bisa dipompa dengan cepat sampai ke laut. Jadi kita dorong ke sana. Itu yang sedang kita lakukan, jangka panjangnya begitu. Dan kita bicara dengan BBWSCC untuk membereskan itu," kata Anies.

"Sodetan di Bidara Cina, itu alhamdulillah kami tidak teruskan banding. Kemudian PUPR juga tidak teruskan banding. Tujuannya untuk mempercepat itu bisa dieksekusi agar air tidak masuk ke sisi hilir di Jakarta yang selebar apapun sungainya, akan sulit menampung volume air sebesar itu," kata Anies. (Alf)

tag: #partai-amanat-nasional  #dprd-dki  #anies-baswedan  #pemprov-dki  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Jakarta

Hujan Lebat Berpotensi Guyur Jakarta Hari Ini

Oleh Tommy
pada hari Jumat, 29 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memprediksi,  hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang akan ...
Jakarta

Nikmati THR Full, PSI ke TGUPP DKI: Mereka Bekerja Tidak Bersentuhan Langsung ke Masyarakat

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta menyayangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak memangkas tunjangan hari raya Tim Gubernur Untuk ...