Bendung Ciawi dan Sukamahi, Duet Pengendali Banjir Jakarta

Oleh Kamsari pada hari Minggu, 03 Nov 2019 - 11:22:32 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1572754952.jpeg

Bendungan Ciawi (Sumber foto : ist)

Ancaman banjir kiriman yang selama ini menjadi bahaya laten bagi masyarakat DKI Jakarta, tak lama lagi bakal segera lenyap. Volume atau debit air kiriman dari Bogor yang biasanya berlimpah memasuki ibukota bakal sangat berkurang saat pembangunan konstruksi bendungan Ciawi dan Sukamahi.   

Pernyataan  presiden Joko Widodo bahwa untuk menyelesaikan masalah Jakarta harus dari istana memang benar terbukti dan bukan omong kosong.Pemprov Jakarta tak bisa sendirian menyelesaikan masalahnya sendiri lantaran Jakarta terkait erat dengan wilayah sekitarnya seperti Bogor, Tangerang dan Bekasi. Langkah presiden Joko Widodo yang memerintahkan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) untuk membangun bendungan Ciawi dan Sukamahi demi mengatasi banjir di Jakarta, setidaknya memperlihatkan hal tersebut.

***
Setiap tahun, warga Jakarta selalu mendapat hadiah dari Katulampa, Bogor. Sayangnya hadiah tersebut bukannya menyenangkan tetapi malah membuat susah, lantaran kiriman tersebut berupa air berlimpah hingga membuat banyak rumah warga Jakarta terendam air alias kebanjiran. 

Setiap hujan deras terjadi di bogor atau di kawasan hulu sungai Ciliwung, Jakarta selalu kebagian banjir, walaupun di Jakarta sendiri tidak terjadi hujan deras. Ibaratnya biarpun Cuma germis rintik rintik, banjir akan tetap menyapa warga ibukota lantaran berbarengan dengan gerimis di Jakarta, di Bogor terjadi hujan deras.
banjir kiriman itu, begitu masyarakat Jakarta menyebutnya, boleh jadi tak bakal  berulang lagi. Lantaran pemerintah presiden Jokowi, melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) kini tengah membangun bendung Ciawi dan bendung Sukamahi untuk mengurangi debit air yang melimpas masuk ke Jakarta. 

Jika kedua bendung itu telah selesai dibangun, diperkirakan air kiriman dari Bogor bakal berkurang banyak. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut banjir di Jakarta bakal berkurang sampai 30 %. Bahkan kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Bambang Hidayah ME menyebut, jika bendung Ciawi dan bendung Sukamahi selesai dibangun, maka mulai tahun 2020. Air kiriman dari Bogor yang masuk ke Jakarta hanya tinggal 12 % saja yang sampai di pintu air Manggarai. 

Menurut kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane Bambang Hidayah ME, bendung Ciawi dan bending memang dibangun untuk mengurangi debit banjir di sungai ciliwung khususnya di hulu sungai Ciliwung, terutama di wilayah kabupaten bogor sendiri dan juga di wilayah kota depok. Sampai sekarang proses pembangunan kedua bendungan ini sudah 2 tahun berjalan, dan sejauh ini baru ada kemajuan yg cukup signifikan diakhir Maret 2019. 
Bambang mengutarakan, sampai saat ini pembebasan lahan untuk lokasi waduk Sukamahi itu di kabupaten bogor sudah 80% dilakukan pembayaran. 

“Tetapi di lokasi  waduk Ciawi atau cipayung msh menunggu proses pembayaran,” kata Bambang.

Artinya lanjut Bambang, masih ada 407 bidang lagi yang belum terbayar.

“Mudah-mudahan dalam pertengahan bulan ini sudah terbayar,” tutur dia. 

Sehingga dengan begitu, progres pembebasan lahan untuk bendungan ciawi akan mencapai  87,3% atau sebanyak 8016 bidang kalau sudah dibayar. Sedangkan sisa yang belum terbayar itu totalnya 492 bidang atau dr bobotnya itu sekitar 52,6%.

Sejauh ini memang musyawarah dengan masyarakat sudah selesai, sehingga pembayaran ganti untung untuk lahan masyarakat hanya tinggal dieksekusi saja. Meski demikian tender untuk pembangunan bending tersebut hingga kini belum dilakukan. 

Berdasarkan data yang ada, bendung Ciawi itu akan memanfaatkan lahan seluas 78,35 hektar atau 935 bidang. Nah ini klo sudah dilakukan pembayaran yang sebanyak 470 bidang ini nanti akan mencapai progres 87,3% jadi kalau terhadap bidang adalah sebanyak 8016 bidang kalau yang sudah dibayar, luasan 60 hektar.

Sisa yang belum terbayar totalnya seluas 492 bidang atau dari bobotnya itu 52,6% kurang lebih 492 bidang yang siap dibayar atau dari luasan itu 28,2 hektar. Jd ini kalau ini sudah dibayar mudah-mudahan di pertengahan bulan ini progresnya akan mencapai 87,3% atau sebanyak 8016 bidang luasannya 60 hektar. Sejauh ini musyawarah  dengan masyarakat sudah selesai, BPKB sudah oke jadi tinggal eksekusi pembayaran saja.  

Bendungan Ciawi dan Sukamahi ini dirancang mampu menampung debit banjir hingga 6,8 juta kubik. Kedua Bendungan ini sifatnya mengalihkan aliran sungai dalam volume tertentu akan tertahan, jadi hanya pengendali banjir atau disebut sebagai bendungan kering (dry dam). 

Bambang menyebut kontrak pembangunan konstruksinya sudah ditandatangani pada desember 2016. Sayangnya, hingga sekarang progres pembangunan kontruksinya baru 15%.
Bendungan Ciawi lokasinya berada di kecamatan Megamendung dan kecamatan Cisarua. Dari dua kecamatan itu meliputi empat desa. Untuk kecamatan Megamendung itu  meliputi desa Cipayung, Gadog dan Sukakarya. Sedangkan di kecamatan Cisarua meliputi desa Kopo, kedua kematan itu termasuk dalam wilayah kabupaten Bogor. 

Pelaksana pembangunan Bendungan tersebut adalah PT Brantas Abipraya yang bekerjasama dengan PT. SAC Nusantara. Proses pembangunan kedua bendungan itu diproyeksikan selesai pada akhir tahun 2020. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengharapkan kedua bendungan dapat terselesaikan tepat waktu. Saat ini, kata dia, pembangunan kedua bendungan masih berjalan dengan baik.

"Soal tanah yang dulu jadi kendala di pembangunan tanggul itu sekarang sudah beres dan seperti jadwalnya Desember selesai. Begitu terselesaikan, insyaallah kita akan punya volume air yang jauh lebih rendah," jelas Anies.(plt)

tag: #banjir-jakarta  

Bagikan Berita ini :