Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 05 Nov 2019 - 23:07:58 WIB
Bagikan Berita ini :

Komisi IV: Bulog Perlu Dikasih Wewenang Pengadaan Hingga Distribusi

tscom_news_photo_1572970078.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) —Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menilai perlunya keberanian yang mesti diambil untuk menyelamatkan Bulog.

Hal ini seiring kondisi Perum Bulog sebagai penyangga stok beras nasional yang kondisinya hampir kolaps.

Dalam Rapat Komisi IV dengan Bulog, Dedi menyebut perlu adalangkah-langkah jangka pendek agar beras yang ada di Bulog tersalurkan dan pembelian gabah hasil panen berjalan.

Bulog, kata Dedi, mesti diberikan peran untuk pengadaan dan penyaluran beras untuk warga miskin dalam bentuk program bantuan pangan non tunai.

“Bulog siap menyampaikan beras itu, sampai ke rumah warga tak mampu. Lalu ada tunjangan pangan yang diterima oleh ASN, TNI dan Polri dalam bentuk beras. Bulog mesti diberikan peran untuk pengadaan sampai distribusinya,” kata Dedi.

Dengan demikian, stok beras di gudang Bulog tersalurkan dan bisa menjamin kualitas beras yang bagus. Adapun dalam jangka panjang Bulog secara kelembagaan harus berganti menjadi Badan Ketahanan Pangan Nasional.

“Fokus badan bertugas untuk pengadaan stok pangan nasional untuk penyediaan bahan pangan, menjaga stabilitas harga pangan secara nasional,” ucap dia.

Jika sudah berbentuk badan, lembaga ini juga bisa ditugaskan melakukan analisa perlu atau tidaknya impor pangan. Oleh karena itu, levelnya harus setingkat menteri dan tanggungjawab ke preisiden langsung. “Dengan demikian badan ini akan kuat dan strategis,” katanya.

Sementara itu, Dirut Bulog Budi Waseso di hadapan rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV Sudin menyebut beban utang Bulog saat ini memang relatif tinggi. Stok beras 900 ribu ton dari impor pun terancam tak bisa dimanfaatkan.

“Semua itu menjadi beban Bulog.
Bahkan, ada 20 ribu ton beras sudah dikarantina, karena rusak parah dan membahayakan untuk dikonsumasi,” kata Budi.

Bulog juga terancam rugi cukup besar dengan kondisi ini. Stok beras di gudang Bulog saat ini misalnya. mencapai 2,2 juta ton. Namun Bulog tak bisa menyalurkan beras tersebut, tanpa perintah dari pemerintah.

Menurut Budi Waseso, idealnya beras itu disalurkan, sehingga saat musim panen Maret 2020, Bulog bisa menyerap.

“Selain itu agar ada dana yang bisa dimanfaatkan untuk cicil utang. Saat ini utang Bulog sebesar Rp 28 triliun, dengan bunga setiap hari Rp 9 miliar. Kondisi ini membuat Bulog dalam kondisi berat,” tandasnya.(Alf)

tag: #komisi-iv-dpr  #bulog  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Banner HUT RI Ke-75 TeropongSenayan.com
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Irma Suryani Chaniago
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 SOKSI
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Arsul Sani
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Syaifullah Tamliha
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Kenaikan Kasus Positif COVID-19 di Jakarta Masih Tinggi

Oleh Rihad
pada hari Sabtu, 15 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Total jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta menembus angka 29.036 kasus pada Sabtu (15/8) atau terjadi penambahan sebanyak 598 kasus,  naik signifikan dibanding hari ...
Berita

Kantor Pusat Imigrasi Tutup 12-21 Agustus 2020, Bagaimana Pelayanannya?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Direktorat Jenderal Imigrasi memastikan pelayanan visa onshore bagi warga negara asing (WNA) yang tinggal di Indonesia tetap berjalan meski kantor yang beralamat di Jalan HR ...