Oleh Jihan pada hari Kamis, 23 Jan 2020 - 13:32:31 WIB
Bagikan Berita ini :

Sambut Imlek, Pemprov DKI Hadirkan Akulturasi Kebudayaan di Ibukota

tscom_news_photo_1579761151.jpg
Imlek (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan sejumlah komunitas, sekolah, dan warga turut menyemarakkan perayaan Tahun Baru Imlek 2571 di beberapa ruang publik Ibu Kota.

Perayaan seperti ini bukan kali pertama diselenggarakan di Jakarta, mengingat sejumlah perayaan keagamaan juga telah digelar sebelumnya, seperti Jakarta Muharram Festival 2019 yang diadakan bagi umat Islam, Festival Cahaya (Deepavali) 2019/5121 Kaliyuga bagi umat Hindu-India, dan Christmas in Jakarta bagi umat Kristiani.

Selaras dengan makna Tahun Baru Imlek yaitu semangat persatuan, Pemprov DKI Jakarta mendukung terlaksananya beragam hiburan, parade, serta ornamen khas Negeri Tirai Bambu di sejumlah sudut kota, juga sebagai wujud akulturasi kebudayaan di Jakarta.

Seperti diketahui, sejumlah bentuk fisik akulturasi kebudayaan Tionghoa di Indonesia telah hadir sejak lama, diantaranya Penampilan Budaya (Wayang Kulit Cina Jawa, Gambang Kromong), Baju Adat (Batik Lasem Cina, Kebaya Encim, Baju Pengantin Puti Cina), Makanan (Soto, Lontong Cap Gomeh, Siomay, Bakmi, Bakpao, Capcay), dan Arsitektur (Masjid Cheng Ho, Masjid Al Imtijaz). Akulturasi kebudayaan itulah yang akan dihadirkan di perayaan Imlek tahun ini.

“Perayaan Imlek tahun ini, Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan komunitas dan warga turut memeriahkan Tahun Baru Imlek dengan suka cita. Perayaan ini adalah hasil dari akulturasi kebudayaan yang masuk ke Jakarta dan telah menjadi bagian dari kita semua," ujar Hendra Hidayat, Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Provinsi DKI Jakarta, di Balai Kota Jakarta, pada Kamis (23/01/2020).

"Saya berharap warga dapat turut menikmati hiburan yang disuguhkan sepulang kerja. Ada festival makanan khas Negeri Tirai Bambu yang juga bisa dinikmati bersama kerabat dan keluarga. Inilah yang selalu kami, Pemprov DKI Jakarta sebut, bahwa Jakarta itu milik semua. Kami ingin selalu menjaga dan merawat kesetaraan, kebersamaan dan persaudaraan bagi seluruh warga masyarakat Jakarta," tambahnya.

Semarak perayaan Jakarta Imlekan ini dimulai sejak 15 Januari 2020 hingga 9 Februari 2020. Adapun rangkaian kegiatan yang dihadirkan Pemprov DKI Jakarta dalam menyambut Tahun Baru Imlek, sebagai berikut:

1.15 Januari 2020 - 5 Februari 2020: Chinese Food Festival di Thamrin 10.
2.23 - 24 Januari 2020 pukul 17.00-19.00 WIB: Liong (Barongsai), Tanjidor dan Gambang Kromong di depan Grand Hyatt dan Taman Dukuh Atas.
3.23 Januari 2020 – 9 Februari 2020 : Dekorasi ornamen perayaan Imlek dan sejarah 12 Shio di Stasiun MRT Bundaran HI, Stasiun MRT Dukuh Atas, Stasiun MRT Blok M, dan Stasiun MRT Lebak Bulus.
4.24 Januari 2020 – 9 Februari 2020: Lampion Kolaborasi dan Wishing Tree di Thamrin 10.
5.25 Januari 2020: Barongsai di Thamrin 10.
6.26 Januari 2020: Barongsai di Car Free Day.
7.26 Januari 2020 pukul 19.00 WIB: Wayang Potehi di Thamrin 10.
8. 1 Februari 2020: Penampilan Koko Cici.
9.2 Februari 2020: Penampilan Stand Up Comedy.
10.3 Februari - 9 Februari 2020: Festival Peranakan (Bakmie Legendaris dan makanan khas Peranakan) di Thamrin 10.
11.8 Februari 2020: Penampilan Wushu di Thamrin 10.
Pemprov DKI Jakarta turut mengapresiasi kerja sama bersama sejumlah kolaborator untuk menghadirkan perayaan Tahun Baru Imlek.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Lainnya
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Minggu, 29 Mar 2026
JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...
Jakarta

INDONESIA DAN KEPEMIMPINAN DUNIA: DIMULAI DARI DALAM

Dunia hari ini sedang gelisah. Konflik geopolitik meningkat, ketegangan energi mengguncang ekonomi global, dan rivalitas kekuatan besar semakin terbuka. Dalam situasi seperti ini, banyak yang ...