Oleh Alfin Pulungan pada hari Jumat, 20 Mar 2020 - 23:40:11 WIB
Bagikan Berita ini :

Rupiah Anjlok ke Rp16 Ribu, Demokrat Minta Pemerintah Kerja Keras, Cepat dan Cerdas

tscom_news_photo_1584722411.jpg
Sartono Hutomo Anggota Komisi VII DPR RI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Demokrat, Sartono Hutomo minta pemerintah bekerja lebih keras, cepat dan cerdas menyikapi dollar AS yang kian mengganas. Sebab, hari ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tembus di angka Rp 16.000.

"Mengganasnya dollar terhadap rupiah yang kini menembus Rp16.000 per dollar serta terpuruknya ekonomi RI, ditambah hantaman virus corona, membuat pemerintah diminta kerja keras, kerja cepat dan kerja cerdas," kata Sartono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/3/2020).

Hari ini, rupiah mengakhiri perdagangan di level Rp 14.900/US$, ambrol 4,61% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Level tersebut merupakan yang terlemah sejak 18 Juni 1998. Kala itu, rupiah menyentuh level terlemah intraday Rp 16.200/US$.

Adapun rekor terlemah rupiah secara intraday Rp 16.800/US$ yang dicapai pada 17 Juni 1998. Rupiah juga sudah ambles 14,5% YTD melawan dolar AS. Karena pelemahan ini pula, kinerja rupiah menjadi yang terburuk dibandingkan mata uang utama Asia lainnya.

Menyikapi itu, legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur VII ini juga mendesak pemerintah bekerja keras menghentikan sebaran virus corona untuk mengurangi dampak ekonomi yang lebih dalam. "Lupakan dulu proyek-proyek besar, stop berpikir pindah Ibu Kota baru," kata dia.

Di Indonesia hingga hari ini, Kamis (20/3/2020), sudah ada 369 kasus positif COVID-19 dengan 32 orang dilaporkan meninggal dan 17 orang dinyatakan sembuh.

Banyak negara kini menerapkan kebijakan lockdown, aktivitas ekonomi menjadi menurun drastis, dan pertumbuhan ekonomi berisiko melambat, bahkan terancam mengalami resesi global. Akibatnya, sentimen pelaku pasar memburuk dan "kabur" dari aset-aset negara-negara emerging market, dan Indonesia menjadi salah satu yang terpukul.

"Yang lebih penting itu pindah pada sektor kesehatan, makanan, pikirkan segera bagaimana bisa meningkatkan daya beli rakyat dan mengurangi dampak PHK kedepannya," pungkasnya. (Bng)

tag: #rupiah  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Meningkat

Oleh Tommy
pada hari Senin, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Jumlah kasus positif Covid-19 Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri meningkat. Hingga Senin (25/5) terdapat 872  WNI terkonfirmasi dan 48 orang di antaranya ...
Berita

IDI Ingatkan Lonjakan Kasus Covid Pasca Idulfitri

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca Hari Raya Idulfitri. Hal itu bisa terjadi sebab, ...