Oleh Alfin Pulungan pada hari Senin, 23 Mar 2020 - 17:09:30 WIB
Bagikan Berita ini :

Komisi II DPR Kaji Pemecatan eks Komisioner KPU Evi Novida

tscom_news_photo_1584958170.jpg
Eva Novida Ginting (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Evi Novida Ginting Manik dipecat dari jabatannya sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Pemecatan wanita asal Sumatera Utara ini juga dibarengi dengan sanksi dari DKPP berupa peringatan keras kepada Ketua dan empat komisioner KPU lainnya.

Keputusan atas pemberhentian Evi ini berkaitan dengan kasus perselisihan perolehan suara calon anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat daerah pemilihan Kalimantan Barat 6 dari Partai Gerindra.

"Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Teradu VII Evi Novida Ginting Manik selaku Anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia sejak putusan ini dibacakan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DKPP Muhammad saat membacakan putusan sidang di Gedung DKPP, Jakarta Pusat, lima hari lalu.

Pemecatan ini ditanggapi oleh Komisi II DPR yang menjadi mitra KPU, salah satu anggota komisi II, Supriyanto, memandang DKPP mengambil keputusan yang tegas dengan pertimbangan yang matang dan data-data yang konkrit sesuai fakta. Namun demikian, Supriyanto menyebut Evi masih memiliki hak untuk mengajukan gugatan secara hukum atas pemecatan dirinya.

"Tapi yang dipecat punya hak untuk menggugatnya. Itu (proses Pergantian Antar Waktu atau PAW Komisioner KPU-red) akan kita kaji langsung bisa diganti atau tidak," kata Supriyanto saat dikonfirmasi, Senin (23/3/2020).

Atas peristiwa di tubuh KPU tersebut, politisi Gerindra ini meminta jajaran KPU baik di tingkat pusat maupun daerah dalam menjalankan tugasnya untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Ikuti saja aturan dan sistemnya," katalegislator asal daerah pemilihan Jawa Timur VII ini.

tag: #kpu  #dkpp  #partai-gerindra  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Dengan Dalih Ancaman Terorisme, Polisi Hong Kong Terapkan UU Keamanan Nasional

Oleh Aries Kelana
pada hari Senin, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Pemerintah Cina dan didukung oleh pihak kepolisian setempat menerapkan Undang-Undang Keamanan Nasional. Pihak keamanan berdalih bahwa ancaman terorisme akan ...
Berita

Amien Rais : Istilah New Normal Itu Sesungguhnya Menyesatkan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais menyoroti penggunaan istilah ‘new normal’ di Indonesia yang akan dilaksanakan sebagai langkah awal usai pandemi corona ...