Oleh Aries Kelana pada hari Senin, 23 Mar 2020 - 21:28:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Dalam Soal Virus Corona, Cina Pun Tuding AS “Pembohong”

tscom_news_photo_1584973680.jpg
Mike Pompeo (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Pemerintah Cina berang terhadap permintaan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo. AS dinilai berbohong dan berusaha mengalihkan kesalahan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Hua Chunying menyuarakan kemarahan atas klaim Pompeo atas ratusan ribu orang yang meninggalkan Wuhan. "Berhentilah berbohong!"

Ia menegaskan, seperti seperti yang pernah disampaikan para ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), upaya Cina untuk mencegah ratusan ribu kasus infeksi sudah benar.

Sementara itu, jurubicara lain Kemenlu Cina, Geng Shuang, mengatakan bahwa Tiongkok telah menunjukkan "pengorbanan besar" dan berkontribusi terhadap kesehatan global.

"Beberapa orang di pihak AS berusaha untuk menstigmatisasi perjuangan China melawan epidemi, dan mengalihkan kesalahan ke China," kata Shuang seperti dilansir situs einews.com (23/3/2020).

Media pemerintah Beijing pun turun membela negaranya dengan mengejeknya di Twitter dengan tagar seperti #TrumpSlump dan #Trumpandemic.

Chunying mengatakan Cina pertama kali memberi tahu AS tentang wabah virus baru yang kemudian diberinama WHO COVID-19, pada 3 Januari lampau. Tetapi, AS baru memperingatkan warganya yang tengah berada di Wuhan pada 15 Januari. “Dan sekarang menyalahkan Cina atas keterlambatan?

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus menjawab pernyataan Chunying. "Pada 3 Januari, otoritas Cina telah memerintahkan sampel virus # COVID19 dimusnahkan, membungkam para dokter Wuhan, dan menyensor berita tersebut yang tersebar di online," kata Ortagus.

Kegeraman Cina ini buntut dari pernyataan Pompeo, Jumat pekan lalu. Ketika itu ia meminta pemerintah Beijing berbagi data soal virus Corona yang bermula dari Wuhan. Cina punya kewajiban khusus kepada para ilmuwan karena punya pengetahuan awal soal Corona.

“Kita perlu memastikan bahwa bahkan hari ini, set data yang tersedia untuk setiap negara, termasuk set data yang tersedia untuk Partai Komunis Tiongkok, tersedia untuk seluruh dunia. Sangat penting untuk membuat orang tetap aman,” kata Pompeo kepada wartawan di Gedung Putih, Washington, Ibukota AS.

Pompeo menuding Cina tidak melakukan sesuatu dengan benar dan membahayanya nyawa dengan membiarkan virus Wuhan menyebar ke sejumlah negara termasuk ke Italia yang paling besar penderitanya setelah Cina. “Cina menyia-nyiakan hari berharga,” sambung Pompeo.

Sebelumnya, Pemerintah Iran juga geram terhadap kesediaan AS untuk membantu Iran mengatasi COVID-19 dengan syarat. Pemimpin tertinggi Ayatollah Khamenei menolak bantuan tersebut dengan mengatakan AS “pembohong.”

tag: #corona  #amerika-serikat  #cina  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Meningkat

Oleh Tommy
pada hari Senin, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Jumlah kasus positif Covid-19 Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri meningkat. Hingga Senin (25/5) terdapat 872  WNI terkonfirmasi dan 48 orang di antaranya ...
Berita

IDI Ingatkan Lonjakan Kasus Covid Pasca Idulfitri

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca Hari Raya Idulfitri. Hal itu bisa terjadi sebab, ...