Oleh Rihad pada hari Jumat, 27 Mar 2020 - 21:02:04 WIB
Bagikan Berita ini :

Mahfud MD Tegaskan Karantina Kewilayahan Bukan Lockdown

tscom_news_photo_1585317724.jpg
Mahfud MD (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Pemerintah terus berusaha untuk melakukan berbagai upaya dalam rangka mengatasi wabah virus COVID-19. Untuk mencegah penularan virus Corona agar tidak semakin meluas, pemerintah sedang mempertimbangkan membuat Peraturan Pemerintah (PP) tentang Karantina Kewilayahan.

Sebagian masyarakat menganggap bahwa karantina kewilayahan sama dengan lockdown seperti yang diterapkan di negara lain. Anggapan itu sebenarnya salah. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD. "Konsep karantina kewilayahan tidak sama dengan lockdown. Meski begitu ada yang menyamakan begitu saja dengan lockdown. Padahal antara keduanya tidak sama," kata Mahfud, di Jakarta,Jumat (27/3/2020).

Menurut Mahfud, karantina wilayah adalah istilah tersendiri yang ada di dalam UU No. 6 Tahun 2018, yakni, pembatasan pergerakan orang untuk kepentingan kesehatan di tengah-tengah masyarakat. "Istilah karantina wilayah sebenarnya lebih merupakan istilah lain dari physical distancing atau social distancing yang sekarang dipilih sebagai kebijakan pemerintah," ujarnya lebih lanjut.

Kemudian Mahfud menjelaskan alasan mengapa pemerintah mempertimbangkan untuk membuat PP tentang karantina wilayah. Mahfud mengatakan bahwa diperlukan kesamaan persepsi tentang apa yang disebut dengan karantina wilayah yang diterapkan di berbagai daerah. "Karena ada beberapa daerah yang telah membuat kebijakan pembatasan gerakan orang dan barang yang sering disamakan begitu saja dengan lockdown, padahal berbeda sekali," katanya.

Itulah sebabnya Pemerintah mempertimbangkan untuk membuat PP agar Pemda tidak membuat kebijakan sendiri-sendiri. Menurut UU No. 6 Tahun 2018 karantina kewilayahan ditetapkan oleh Pemerintah Pusat yang diatur dengan PP. "Kebetulan RPP-nya sudah ada di Kemenko PMK dan kita tinggal mendiskusikannya lagi. Tapi saya pastikan tidak ada lockdown, melainkan karantina kewilayahaan," kata Mahfud.

tag: #corona  #mahfudmd  #lockdown  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Meningkat

Oleh Tommy
pada hari Senin, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Jumlah kasus positif Covid-19 Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri meningkat. Hingga Senin (25/5) terdapat 872  WNI terkonfirmasi dan 48 orang di antaranya ...
Berita

IDI Ingatkan Lonjakan Kasus Covid Pasca Idulfitri

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca Hari Raya Idulfitri. Hal itu bisa terjadi sebab, ...