Oleh Givary Apriman pada hari Jumat, 17 Apr 2020 - 08:19:41 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR Minta Kementan Menstabilkan Kembali Anjloknya Harga Ayam

tscom_news_photo_1587085674.jpeg
Peternak Ayam Broiler (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Komisi IV DPR melaksanakan rapat kerja secara virtual dengan Kementerian Pertanian (Kementan) membahas terkait kegiatan dan realokasi anggaran untuk memenuhi ketersediaan pangan sebagai tindak lanjut inpres Nomor 4 Tahun 2020.

Salah satu yang dibahas pada rapat virtual tersebut adalah mengenai anjloknya harga ayam hidup yang sudah terjadi pada tahun 2019.

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menjelaskan kalau tempo hari ketika melakukan audiensi dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar).

Salah satu yang disoroti adalah mengenai permintaan Pinsar untuk mencopot Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan (PKH) Ketut Diarmita.

"Mereka ini, meminta memberhentikan Dirjen PKH karena dianggap tidak mampu bekerja dengan baik," ujar Sudin melalui rapat kerja virtual, Kamis (16/4/2020).

Politisi PDIP tersebut menjelaskan kalau banyak peternak yang mengalami kerugian karena anjloknya harga ayam hidup di pasaran.

Menurutnya, harga ayam hidup di kalangan peternak jauh lebih kecil dibandingkan dengan biaya produksi yang dikeluarkan oleh para peternak.

Untuk itu, Sudin meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyiapkan strategi khusus bersama pihak Kementan untuk menstabilkan harga ayam hidup di pasaran.

"Jadi permasalahan tata niaga perunggasan dan industri perunggasan yang lain ini selama beberapa bulan terakhir alami kerugian produksi," pungkasnya.

tag: #peternak-ayam  #dpr  #kementerian-pertanian  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Banner HUT RI Ke-75 TeropongSenayan.com
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Irma Suryani Chaniago
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 SOKSI
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Arsul Sani
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Syaifullah Tamliha
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement