Oleh windarto pada hari Minggu, 24 Mei 2020 - 20:41:54 WIB
Bagikan Berita ini :

Satgas Waspada Investasi OJK Temukan 50 Fintech Bodong di Masa Pandemi Covid-19

tscom_news_photo_1590327714.jpg
Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing (Sumber foto : dok: Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi berhasil menemukan 50 aplikasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang melakukan penawaran pinjaman online ilegal yang kegiatannya tidak sesuai dengan prinsip perkoperasian.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan penggunaan aplikasi Koperasi Simpan Pinjam ilegal itu bertujuan untuk mengelabui masyarakat seakan-akan penawaran pinjaman online itu memiliki legalitas dari Kementerian Koperasi.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM, dan bersepakat bahwa KSP tidak boleh melakukan usaha dengan aplikasi pinjol karena bisa diakses oleh masyarakat umum yang bukan anggota atau calon anggota KSP dan melanggar ketentuan perundang-undangan Koperasi,” kata Tongam di Jakarta, Sabtu (23/5/2020).

Tongam, menambahkan Satgas Waspada Investasi bersama Kementerian Koperasi sepakat untuk menindaklanjuti temuan ini dengan meminta kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk menutup 50 aplikasi pinjol KSP tersebut.

"Penindakan ini sangat diperlukan mengingat masih banyaknya pinjaman online ilegal yang beroperasi di tengah masyarakat yang saat ini sedang menurun pendapatannya akibat pandemi Covid-19," ujarnya.

Kegiatan pinjaman online ilegal ini sangat merugikan masyarakat karena mengenakan bunga dan fee yang sangat tinggi, jangka waktu pinjaman singkat, dan diduga melakukan penyebaran data pribadi serta intimidasi pada saat peminjam tidak dapat mengembalikan pinjaman tepat waktu.

Satgas Waspada Investasi secara berlanjut terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak dirugikan oleh pinjaman illegal. Adapun sejak 2018 sampai saat ini, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan kegiatan 2.536 pinjaman online ilegal.

Apabila masyarakat ingin meminjam secara online perhatikan tips sebagai berikut:

  1. Pinjamlah hanya pada perusahaan pinjaman online yang terdaftar atau berizin dari OJK yang saat ini berjumlah 161 perusahaan. Daftarnya bisa dilihat di website ojk.go.id
  2. Pinjamlah uang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bayar. Jangan meminjam dengan cara gali lobang tutup lobang, karena akan menambah beban pembayaran utang.
  3. Sedapat mungkin pinjaman digunakan untuk kebutuhan yang produktif, sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga.
  4. Sebelum meminjam, pahami risiko dan kewajibannya. Jangan menyesal setelah meminjam dan bayarlah sesuai waktu perjanjiannya.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Lainnya
Berita

Debat Adian Vs Erick Tohir Dinilai Tak Selevel, Ibarat Pimpinan Lawan Anak Buah

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 06 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Tulisan yang dilontarkan Adian Napitupulu tentang silang sengkarut pengelolaan BUMN yang sedang dilakukan oleh Menteri Negara BUMN Erick Thohir menjadi berkepanjangan. Di ...
Berita

Pengamat: Golkar Kota Bekasi Bakal Stagnan Jika Tak Ada Regenerasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Perolehan suara Partai Golkar Kota Bekasi diperkirakan akan stagnan jika dalam Musda DPD Partai Golkar Kota Bekasi memilih kembali Rahmat Effendi sebagai ketua DPD Golkar ...