Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 09 Jun 2020 - 23:20:42 WIB
Bagikan Berita ini :

Dampingi Pelepasan Ekspor Ikan Tuna Sirip Kuning, SDK: Semoga Nelayan Indonesia Semakin Sejahtera

tscom_news_photo_1591719642.jpg
Menteri KKP Edhy Prabowo, Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan Anggota Komisi IV DPR Suhardi Duka. (Sumber foto : Suhardi Duka Dokumen)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan ekspor tuna sirip kuning ke Jepang melalui Bandara Udara Mutiara Sis Aljufri, Palu, Sulawesi Tengah.

Pelapasan ekspor tuna sirip kuning ini dihadiri oleh Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan Anggota Komisi IV DPR Suhardi Duka.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, tuna sirip kuning yang diekspor berukuran jumbo sekitar 30 kg per ekor dengan total nilai sekitar Rp100 juta.

"Saya bersama Gubernur Sulawesi Tengah dengan remsi me-launchingproduksi perikanan Sulteng menuju negara Jepang," ujarnya dalam siaran persnya, Selasa (9/6/2020).

Aktivitas ekspor tuna sirip kuning melalui Bandara Udara Mutiara Sis Aljufri, Palu itu baru pertama kali dilakukan. Sulteng diketahui memiliki potensi perikanan sangat besar karena terdapat empat Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP).

Keempat WPP yang ada di Sulteng ialah WPP 713 hingga WPP 716. Belum lagi sektor perikanan budidaya melalui WPP Perairan Darat 421.

Edhy menyebutkan potensi perikanan yang dimiliki Sulteng dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan nelayan, pembudidaya dan masyarakat perikanan lainnya.

KKP siap berkolaborasi dengan pemda, baik untuk pembangunan infrastuktur, perizinan, hingga pengembangan sumber daya manusia di Sulteng.

"Di tengah pandemi Covid-19, kita punya potensi untuk mengangkat ekonomi yang tengah diuji. Semoga sinergi dan hubungan yang harmonis antara pusat dan daerah dapat menghasilkan kekuatan ekonomi Indonesia yang semakin maju," tambahnya.

Selain melepas ekspor tuna sirip kuning ke Jepang, di tempat yang sama KKP juga menyerahkan bantuan 4,5 ton ikan sehat bermutu untuk masyarakat terdampak pandemi.

Edhy juga menyaksikan penyerahan sertifikat sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan (HACCP) dan sertifikat cara penanganan ikan yang baik (CPIB) kepada pelaku usaha perikanan.

Sementara Suhardi Duka mengatakan, ekspor produk perikanan di Indonesia akan mendorong majunya aktivitas perikanan di tanah air dan membuat nelayan sejahtera.

"Kita harapkan dengan dilepasnya ekspor ikan hasil tangkapan nelayan kita dapat sedikit membantu nasib nelayan," kata Suhardi.

Komisi IV DPR, kata Suhardi sangat mendorong dengan adanya hasil tangkapan nelayan Indonesia dijual kenegara luar.

"Ini untuk nelayan seluruh Indonesia agar ada perubahan dan dapat menghasilkan kekuatan ekonomi Indonesia yang semakin maju," kata Politikus Demokrat ini.


tag: #suhardi-duka  #partai-demokrat  #menteri-kkp  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Dapat Nomor Urut 3 Di Pilbup Indramayu, Daniel Sebut Sesuai Dengan Kampanyenya Di Masa Pandemi

Oleh Givary Apriman
pada hari Jumat, 25 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Calon Bupati Indramayu nomor urut 3 Daniel Mutaqien mengatakan kalau nomor urut 3 sangat sesuai untuk kampanye di tengah pandemi. Daniel menyebutkan kalau makna nomor ...
Berita

DPRD Jabar Minta Gubernur Fokus Pemulihan Ekonomi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) meminta kepada Gubernur Jabar Ridwan Kamil agar fokus terhadap pemulihan ekonomi pasca pandemi corona virus desease ...