Oleh Aries Kelana pada hari Sabtu, 13 Jun 2020 - 22:54:28 WIB
Bagikan Berita ini :

Kanada Ketar-Ketir Dampak Penahanan Putri Bos Huawei

tscom_news_photo_1592063668.jpg
Reng Zheng fei bersama Xi Jinping Presiden CIna (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) Badan intelijen Kanada memperingatkan bahwa penangkapan putri miliarder pendiri Huawei Ren Zheng fei beberapa tahun lalu, bakal memicu "gelombang kejut" global dan secara serius mempengaruhi hubungan dengan China, sesaat sebelum penahanannya di Vancouver atas permintaan ekstradisi AS.

Dokumen yang tersebar Sabtu (13/6/2020) menunjukkan keterlibatan Dinas Intelijen Keamanan Kanada (CSIS) dalam penangkapan Meng Wanzhou pada bulan Desember 2018, yang memburuk hubungan diplomatik antara Ottawa dan Beijing.

Meng adalah chief financial officer raksasa teknologi China Huawei Technologies Co Ltd, perusahaan di pusat teknologi nirkabel 5G generasi berikutnya.

Laporan CSIS diungkapkan dalam dokumen pengadilan sebagai bagian dari proses ekstradisi Meng. Dalam memo 1 Desember 2018 yang telah dihapus, CSIS mengatakan bahwa atas saran FBI (Badan Intelijen AS) untuk menangkap Meng begitu tiba dalam penerbangan ke Bandara Internasional Vancouver di hari yang sama.

"Penangkapan itu kemungkinan akan mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh dunia," kata CSIS. "Acara yang direncanakan akan memiliki konsekuensi besar secara internasional dan bilateral," kata laporan itu yang dilansir reuters.com (13/6/2020).

Pengacara Huawei menyebut bukti dokumen bahwa pihak berwenang telah berkonspirasi menangkap Meng.

Meng dituduh oleh otoritas AS melakukan penipuan bank karena menyesatkan HSBC tentang hubungan Huawei dengan perusahaan yang beroperasi di Iran, menempatkan HSBC pada risiko denda dan hukuman karena melanggar sanksi AS. terhadap Teheran.

Pengacara Meng berpendapat kasus itu harus dibuang karena Kanada tidak memiliki sanksi terhadap Iran. Meng mengatakan dia tidak bersalah.

Bulan lalu, seorang hakim Kanada mengizinkan kasus itu berlanjut, menolak argumen pembelaan bahwa tuduhan AS. terhadap Meng bukan merupakan kejahatan di Kanada.

Dokumen-dokumen pengadilan baru menunjukkan CSIS prihatin ketika penangkapan Meng mungkin diketahui publik. Pengacaranya mencatat bahwa hal itu sangat menarik, karena Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Trump dan Presiden Cina Xi Jinping menghadiri KTT G20 di Argentina dan makan bersama pada malam 1 Desember 2018.

tag: #cina  #amerika-serikat  #huawei  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Peringati HUT Ke-71, PSMS Yakin Lolos Liga 1 Musim Depan

Oleh Ariful Hakim
pada hari Rabu, 21 Apr 2021
MEDAN(TEROPONGSENAYAN)--- CEO PSMS Medan, Kodrat Shah mengaku optimis jika club asuhannya bisa menempuh kasta tertinggi di tanah air musim depan. Bahkan, tak tanggung tanggung pria yang juga menjabat ...
Berita

Besok Bertemu AHY, Presiden PKS Akan Bahas Soal Demokrasi dan Kebangsaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu dijadwalkan bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Kamis (22/4/21) sore besok. ...