Berita
Oleh Rihad pada hari Thursday, 25 Jun 2020 - 13:59:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Pernyataan Kedubes China Bikin Fadli Zon dan Rizal Ramli Marah Sekali

tscom_news_photo_1593067431.jpg
Fadli Zon dan Rizal Ramli (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kedatangan sekitar 500 pekerja asal China ke Konawe, Sulawesi Tenggara, disambut demo oleh mahasiswa setempat. Kejadian ini mengundang reaksi dari Kedutaan Besar China di Jakarta. Konselor Bidang Ekonomi dan Bisnis Kedubes China untuk Wang Liping menyatakan kedatangan pekerja asing memang dibutuhkan.

Tapi ada pernyataan Wang yang memanaskan kuping orang Indonesia. Antara lain dia menyatakan, pekerja asing yang datang dari China adalah pekerja terampil, sementara pekerja lokal kebanyakan pekerja biasa. Pernyataan itu dinilai menghina pekerja Indonesia.

Anggota Komisi I DPR Fadli Zon menganggap pernyataan Kedubes China telah merendahkan pekerja Indonesia. "Tak pakai diplomasi, suara dari Kedubes RRC ini sangat merendahkan pekerja Indonesia," kata Fadli di Twitter-nya @fadlizon dikutip, Kamis (25/6).

Tidak hanya Fadli Zon, ekonom senior Rizal Ramli juga menyesalkan pernyataan Kedubes China tersebut. "Pernyataan ini tidak sepenuhnya benar dan agak kurang ajar dari seorang Dubes. Kok segitu beraninya?" twit Rizal di akun Twitter @RamliRizal, dikutip pada Kamis (25/6).

Gaji TKA Asing

Konselor Bidang Ekonomi dan Bisnis Kedubes China untuk RI, Wang Liping menjelaskan mengapa gaji tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia dinilai lebih besar dibanding tenaga kerja lokal. Menurut Wang, sebetulnya perusahaan China menggaji karyawannya sesuai dengan kompetensi pekerja itu sendiri, dilihat dari kontribusi dan produktivitasnya juga. Dia menegaskan dalam menentukan upah, perusahaan China di Indonesia tidak melihat latar belakang kebangsaan.

Lebih lanjut, Wang menyebutkan masih ada pekerja Indonesia yang sudah menjadi beberapa ahli teknis mendapat gaji jauh lebih besar dibanding pekerja China. "Pertama perusahaan China sama seperti semua perusahaan dunia, mereka menaikkan gaji karena kontribusi dan produktivitas pekerja, tidak ada kaitan soal kebangsaan. Ahli teknis Indonesia pun mendapat gaji lebih besar daripada pekerja China biasa," ujar Wang dalam video teleconference bersama wartawan, Rabu (24/6/2020).

Wang menjelaskan, di lapangan, pekerja China kebanyakan merupakan pekerja dengan kompetensi tinggi makanya mendapatkan gaji besar. Sementara pekerja lokal, cuma pekerja biasa. "Pekerja China kebanyakan merupakan pekerja terampil dan manajemen teknis, sementara pekerja lokal kebanyakan kurang terampil dan cuma pekerja biasa, maka gaji pekerja China lebih tinggi," kata Wang.

Lebih lanjut, Wang menyebutkan masih ada pekerja Indonesia yang sudah menjadi beberapa ahli teknis mendapat gaji jauh lebih besar dibanding pekerja China "Pertama perusahaan China sama seperti semua perusahaan dunia, mereka menaikkan gaji karena kontribusi dan produktivitas pekerja, tidak ada kaitan soal kebangsaan. Ahli teknis Indonesia pun mendapat gaji lebih besar daripada pekerja China biasa," ujar Wang.

tag: #fadli-zon  #rizal-ramli  #tenaga-kerja-asing-tka  #china  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
TStrending
#1
Berita

23 Lansia Meninggal Setelah Divaksin Buatan Pfizer

Oleh
pada hari Sabtu, 16 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Setidaknya 23 orang Norwegia meninggal setelah menerima suntikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech. Hal tersebut diungkapkan oleh pihak berwenang pada hari Kamis ...
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Jumlah Nakes Minim, Pemerintah Diminta Beri Perhatian dan Insentif Lebih

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 16 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Tim Covid-19 Fraksi PKS Sukamta menyatakan, prihatin adanya lonjakan tiap hari jumlah pasien positif yang hadirkan rekor baru setiap harinya.  Setelah pada ...
Berita

WHO: Bukti Sudah Divaksin Bukan Syarat untuk Perjalanan Internasional

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Meski orang sudah divaksin, bukan berarti bebas bepergian. WHO bahkan tidak menyarankan bukti vaksinasi COVID-19 atau kekebalan sebagai syarat untuk perjalanan ...