Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 27 Jun 2020 - 07:37:13 WIB
Bagikan Berita ini :

BNPT Diminta Waspadai Kelas Online Radikalisme

tscom_news_photo_1593218233.jpeg
Radikalisme (Sumber foto : Ilustrasi)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Direktur Eksekutif International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Khariri Makmun Lc, MA mengigatkan untuk mewaspadai adanya kelas-kelasonlineradikalisme yang tumbuh di masa teknologi informasi dan komunikasi kini.

“Untuk mencegah penyebaran paham radikal terorisme, saya kira Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) perlu untuk mengawasi pergerakan kelompok radikal di mediaonline. Karena sekarang dengan adanya aplikasi seperti zoom, mereka bisa saja membuat kelas-kelasonlineuntuk menyebarkan pemahaman mereka dan saya kira itu perlu diwaspadai juga oleh BNPT,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (26/6/2020) malam.

Hal ini mengingat pesatnya perkembangan teknologi yang semakin memudahkan dalam melakukan komunikasi dan penyebaran informasi.

Menurut Alumni Universitas Al-Azhar Kairo itu bahwa dulu mereka atau kelompok-kelompok radikal belajar lewat internet masih sendiri melalui google maka kini sudah dapat menggunakan guru melalui kelas online.

“Kalau pertama kan mereka masih baca sendiri, di doktrin melalui tulisan, nah kalau sekarang didoktrin melalui pengajaran dan itu jarak jauh, itu tentunya selangkah lebih maju. Jadi perlu kita waspadai munculnya generasi kelompok radikal yang hasil dari didikan doktrinasi jarak jauh melalui kelas online itu,” ujarnya.

Sementara itu, pria yang meraih gelar Master dari Universitas Ulum Islamiyah Wal Arabiyah Damaskus, Syria, ini pun menyampaikan bahwa perlunya moderasi beragama untuk memberi ruang kepada orang lain yang berbeda agama atau berbeda paham dengan kita.

“Dengan berpikir moderat, kita akan memberi ruang kepada orang lain untuk berbeda dengan kita. Kalau mereka yang radikal itu dia tidak memberi ruang bagi orang lain untuk berbeda dengan dia. Sehingga siapapun yang berbeda dengan dia dianggap sesat,” ujarnya

Untuk itu ia mendorong kepada pemerintah untuk terus mengerahkan upaya lebih dalam mencegah penyebaran paham radikal terorisme di tengah kemajuan teknologi.

Selain itu, Menurut pria yang pernah menjadi Rais Syuriah NU di Jepang pada tahun 2004-2006 ini bahwa ketika seseorang bisa memahami agamanya dengan baik, maka secara otomatis orang tersebut akan bisa menerima Pancasila itu dengan benar. Hal ini mengingat nilai-nilai Pancasila selaras dengan ajaran Islam.

“Yang terjadi sekarang kan dalam memahami ajaran agama saja mereka banyak memiliki permasalahan dalam memahaminya, sehingga ketika agama disandingkan dalam konteks bernegara dan berpolitik adamiss, ada sesuatu yang hilang dari pemahaman mereka. Inilah kemudian yang memunculkan bibit intoleransi, radikalisme seperti yang terjadi sekarang ini,” katanya menjelaskan.

Itulah kenapa menurut Khariri, agama dan Pancasila ini selalu dibenturkan. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman keagamaan. Untuk itu perlu bagi para tokoh agama atau para ulama-ulama moderat untuk memberikan pemahaman yang benar.

tag: #terorisme  #bnpt  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Dudung Dapat Banyak Karangan Bunga, PA 212 Sebut Itu Hanya Berupa Setingan

Oleh Givary Apriman
pada hari Selasa, 24 Nov 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Sekretaris Jendral Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin memberikan respon terkait banyaknya karangan bunga yang ditujukan untuk Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung ...
Berita

Stafsus BPIP: Pernyataan JK Harus Dilihat Secara Utuh

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo menilai, pernyataan eks Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terkait kekosongan kepemimpinan harus dilihat secara ...