Oleh Givary Apriman pada hari Rabu, 01 Jul 2020 - 21:35:14 WIB
Bagikan Berita ini :

Hanya Terkonsentrasi di Bandara, DPR Kritik Pengetatan Protokol Kesehatan Saat Arus Mudik Lebaran

tscom_news_photo_1593611523.jpg
Iis Edhy Prabowo (Sumber foto : Narasumber)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi V DPR RI Iis Edhy Prabowo menyampaikan kritiknya saat rapat kerja dengan mitra Komisi V DPR RI karena ketika arus mudik Idul Fitri 1441 H pengetatan protokol kesehatan hanya terkonsentrasi di Bandara, dengan ketentuan kelengkapan dokumen hasil rapid test dan swab/PCR.

Pasalnya, jalur transportasi saat arus mudik Idul Fitri 1441 H tidak hanya melalui jalur udara saja tapi juga melalui jalur laut dan darat.

“Kenapa selama pengendalian tersebut, seolah hanya terkonsentrasi di Bandara saja, padahal transportasi itu juga melalui laut dan darat," Ujar Iis ketika Raker Komisi V DPR RI bersama Menhub, MenPUPR, dan KAKORLANTAS mengenai Evaluasi sarana & prasarana arus mudik Idul Fitri 1441 H, di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (01/07/2020).

Selain itu, Politisi Gerindra tersebut juga mengeluhkan tentang mahalnya biaya rapid test dan swab/PCR selama arus mudik lebaran.

Menurutnya, ketika masa pandemi corona banyak masyarakat yang sangat terpukul secara ekonomi karena penghasilan yang menurun.

“Kita semua berfikir bersama bagaimana menghadapi permasalahan ini dimana kaitannya dengan kesehatan masyarakat yg seharusnya diberikan kemudahan dalam hal memeriksakan dirinya demi penanggulangan penyebaran wabah virus corona," tuturnya.

"Apalagi hal tersebut berkaitan dengan syarat untuk mobilitas masyarakat dari satu wilayah ke wilayah lainnya," sambungnya.

Iis menilai kalau hal tersebut bukan tanpa alasan karena saat pandemi ini hampir seluruh sektor kehidupan dalam beraktivitas membutuhkan hasil rapid test dan swab/PCR.

Pasalnya, hal tersebut untuk memastikan upaya pencegahan penularan wabah virus corona agar tidak menyebar secara luas di masyarakat.

"Seperti halnya jika kita sakit yang tidak ada kaitanya dengan Covid-19, tapi diwajibkan untuk rapid test dan swab/PCR terlebih dahulu, tentu biaya akan semakin bertambah besar dan membebani," pungkasnya.

tag: #dpr  #partai-gerindra  #komisi-v  #mudik  #corona  #rapid-test  #pcr  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Munas V PKS Targetkan Perolehan 15 Persen Suara

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 29 Nov 2020
BANDUNG (TEROPONGSENAYAN) --Munas V PKS menghasilkan satu keputusan target perolehan suara pada Pemilu 2024 adalah minimal 15 persen suara.  Presiden PKS Ahmad Syaikhu optimistis bisa ...
Berita

Dorong Pilkada Serentak Hasilkan Pemimpin Berintegritas, Dosen Hukum Pidana UBK ini Ingatkan Masyarakat Jauhi Money Politic

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Dosen Hukum Pidana Universitas Bung Karno Azmi Syahputra mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming uang maupun sembako dalam ketika akan ...