Berita
Oleh Alfin Pulungan pada hari Sunday, 26 Jul 2020 - 10:25:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Ojol Tak Boleh Bawa Penumpang di Kota Tangerang, Anggota DPR: Itu Untuk Kebaikan Rakyat

tscom_news_photo_1595725059.jpeg
Ojol (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Boleh atau tidaknya ojek online atau Ojol mengangkut penumpang di kawasan Kota Tangerang masih belum jelas juga. Pasalnya, ada perbedaan sikap antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Pemerintah Kota (Pemkot).

Pemprov Banten memberikan lampu hijau kepada aplikator Ojol dan menganggap aplikator Ojol sudah memenuhi semua persyaratan. Sementara itu, Pemkot Tangerang belum mau langsung mengizinkan aplikator ojek online. Masih ada syarat yang belum dipenuhi.

Semakin membingungkan lantaran pihak aplikator memegang izin operasional mengangkut penumpang dari Pemprov Banten.

Pihak Pemkot Tangerang meminta pihak aplikator ojek online (ojol) segera memenuhi persyaratan pengangkutan penumpang sesuai dengan Pergub yang dikeluarkan Pemprov Banten. Aturan yang dibuat tersebut merupakan upaya untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di transportasi, khususnya ojol.

Adapun enam syarat yang wajib dipatuhi aplikator Ojol dikeluarkan Pemerintah Provinsi Banten dalam surat bernomor 55/1760-Dishub.04/2020. Dalam surat tersebut ditulis angkutan roda dua berbasis aplikasi bisa digunakan untuk pengangkutan barang dan penumpang dengan beragam ketentuan.

Ada enam ketentuan yang tertulis, yaitu:
Pertama, perusahaan aplikasi diminta menyediakan pos kesehatan di beberapa tempat dengan menyediakan disinfektan, hand sanitizer, dan pengukur suhu.

Kedua, perusahaan aplikasi wajib menyediakan penyekat antara penumpang dan pengemudi.
Ketiga, perusahaan aplikasi diminta untuk menyediakan tutup kepala (haircap) jika helm yang digunakan penumpang adalah dari pengemudi.
Keempat, penumpang disarankan membawa helm sendiri dan melaksanakan protokol kesehatan lainnya.

Kelima, pengemudi menggunakan helm full face, masker, sarung tangan, jaket lengan panjang, dan hand sanitizer.
Terakhir, pengemudi diminta menjalani rapid test dengan hasil non-reaktif yang dibuktikan dengan surat keterangan dari instansi atau lembaga yang berwenang.
Harus Disikapi Positif

Menanggapi hal itu, Anggota DPR dari daerah pemilihan Banten III (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan), Martina, menyatakan beda sikap antara Pemprov dan Pemkot Tangerang perlu dilihat dari dua sisi. Menurutnya, Pemprov Banten mengeluarkan kebijakan seperti itu karena melihat kondisi status Covid-19 di setiap wilayah kabupaten/ kota di Banten berbeda-beda.

"Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan izin untuk ojek online bisa beroperasi kembali, selain test swab bagi driver ojol dan supir bus antar kota antar propinsi, ditambah kesiapan pemerintah kota dan kabupaten di Tangerang Raya untuk melakukan tes tersebut," kata Martina saat dihubungi, Sabtu, 25 Juli 2020.

Martina


Anggota Komisi X DPR ini mencontohkan dari 8 kota/kabupaten di Banten, 6 kabupaten sudah berstatus "Resiko Rendah", sedangkan 2 kota masih berstatus resiko sedang, (Data Zonasi Risiko Provinsi Banter per 19 juli 2020 Gugus Tugas Covid19). Tangsel ini masih masuk di resiko sedang.

Dengan pertimbangan demikian lah, cara pandang Pemprov Banten kenapa memutuskan Ojol boleh untuk beraktifitas seperti sediakala, karena mayoritas kabupaten/kota menunjukan kondisi membaik, juga agar kegiatan perekonomian tetap berjalan.

Sedangkan Pemkot Tangerang memandang kondisi status Kota Tangerang belum menunjukan sepenuhnya baik, oleh karenanya mengapa belum mengizinkan ojol untuk beroperasi seperti sediakala.

Menurut Martina, perbedaan kebijakan antara Pemprov Banten dengan Pemkot Tangeran sebenarnya bentuk perhatian dan kehati-hatian pemerintah kepada rakyatnya.

"Marilah kita selalu positif thinking dalam menyikapi kebijakan-kebijakan yang di lakukan pemerintah baik pusat maupun daerah. Saya yakin keputusan yang diambil baik Pemprov maupun Pemkot adalah semata-mata demi kebaikan kita semua," kata Politikus Partai Gerindra ini.

tag: #ojol  #martina  #dpr  #kota-tangerang  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
IDUL FITRI 2024
advertisement
IDUL FITRI 2024 MOHAMAD HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2024 ABDUL WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2024 AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI 2024 ADIES KADIR
advertisement
Berita Lainnya
Berita

TB Hasanuddin Mengecam Bentrokan Brimob dan Marinir di Sorong Papua

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 14 Apr 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (p) TB Hasanuddin mengecam insiden bentrokan antara prajurit TNI dengan anggota polisi Brigade Mobil (Brimob) di Kota Sorong, Papua ...
Berita

TB Hasanuddin: Perubahan KKB Jadi OPM Lebih Realistis, Tapi Seluruh Lembaga Negara Harus Sepakat

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (p) TB Hasanuddin mengungkapkan  penyebutan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menjadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) memiliki ...