Oleh Rihad pada hari Minggu, 02 Agu 2020 - 14:06:57 WIB
Bagikan Berita ini :

Ike Muti Minta Maaf ke Pemda DKI, Ini Duduk Perkaranya Lengkap

tscom_news_photo_1596352021.jpg
Ike Muti (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Ike Muti akhirnya minta maaf dan memberikan klarifikasi terkait postingan di Instagram (IG) soal gagal mendapat pekerjaan mengisi web series karena tidak mau menghapus foto bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Bersamaan dengan ini, saya sampaikan bahwa, sama sekali tidak ada niatan saya menyampaikan kebohongan apalagi sampai merugikan nama baik Pemda Provinsi DKI Jakarta," tulis Ike Muti dalam akun Instagram-nya, seperti dilihat pada Minggu (2/8/2020).

Ike mengatakan informasi yang dia berikan bukan bersumber darinya. Melainkan dari pihak Marantika Agency. "Belakangan saya kaget bahwa postingan saya tersebut menjadi viral. Baru belakangan juga saya mengetahui dari sdr Marantika melalui wa bahwa informasi yang saya dapatkan darinya adalah tidak benar," kata Ike.

"Hal ini juga disampaikan oleh saudari Marantika melalui akun media sosial miliknya yaitu IG @marantika_agency pada Jumat pagi dan melalui instastory pada Jumat malam tanggal 31 Juli 2020, serta surat yang dibuatnya yang juga memuat permohonan maaf sdr Marantika kepada saya, Gubernur DKI Jakarta dan Pemda DKI Jakarta," sambungnya.

"Jelas bahwa informasi tersebut sesungguhnya bukan bersumber dari saya, namun bagaimanapun saya minta maaf kepada semua pihak dan khususnya Pemda Provinsi DKI Jakarta atas postingan saya yang telah menimbulkan kegaduhan saya juga telah menghapus postingan saya sebelumnya," katanya.

Berikut klarifikasi lengkap dari Ike Muti terkait polemiknya dengan Pemprov DKI Jakarta:

“Menunjuk postingan saya sebelumnya pada hari Kamis tanggal 30 Juli 2020, dengan ini saya sampaikan hal-hal sebagai berikut: Baca Juga: Ike Kalap Lihat Uang Puluhan Juta 1. Pada pukul 19:29 tanggal 17 Juli 2020 melalui WA saya ditawarkan pekerjaan oleh Sdr. Andi Suradi (Marantika) dari @marantika_agency untuk suatu peran dalam pembuatan web series pada tanggal 26 - 30 Juli 2020. Saya juga diberitahu bahwa yang akan membuat adalah Sdri. Andrea yang kebetulan juga saya kenal.”

“Oleh Sdr. Marantika melalui akun media sosial miliknya yaitu [email protected]_agency pada hari Jumat pagi dan melalui Instastory pada Jumat malam tanggal 31 Juli 2020 serta surat yang dibuatnya yang juga memuat permohonan maaf Sdr. Marantika kepada saya, Gubernur DKI Jakarta dan Pemda DKI Jakarta. Isi surat tersebut juga di posting oleh Sdr. Marantika pada 3 posting-an berturut-turut di [email protected]_agency.

“Bersamaan dengan ini, saya sampaikan bahwa sama sekali tidak ada niatan saya menyampaikan kebohongan apalagi sampai merugikan nama baik Pemda Provinsi DKI Jakarta. Jelas bahwa informasi tersebut sesungguhnya bukan bersumber dari saya.Namun bagaimanapun saya meminta maaf kepada semua pihak dan khususnya Pemda Provinsi DKI Jakarta atas postingan saya yang telah menimbulkan kegaduhan. Saya juga telah menghapus posting-an saya sebelumnya. Atas perhatian dan kerja sama semua pihak saya ucapkan terima kasih. Ike Muti. “

Sedangkan isi surat somasi kepada Ike Muti diunggah Pemprov DKI Jakarta lewat akun Twitter @DKIJakarta adalah:

“Sehubungan dengan postingan saudara di akun IG @ikemuti16 yang kemudian menjadi berita yang viral di media sosial pada hari Kamis 30 Juli 2020 yang pada intinya menyatakan ada tawaran project di Pemda DKI yang mensyaratkan Anda untuk menghapus foto Anda dengan Presiden Joko Widodo agar mendapat project tersebut.

Oleh karena isi postingan tersebut tidak faktual, tidak benar dan berisi kebohongan serta telah viral di medsos yang membuat nama baik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dirugikan, maka dengan ini kami memperingatkan Saudara untuk:

1. Menjelaskan apa proyek yang Saudara sebutkan dan siapa penanggung jawabnya?

2. Menyebutkan dengan jelas siapa yang menyuruh Saudara untuk menghapus foto Anda dengan Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan proyek tersebut, serta kapan dan melalui media komunikasi apa instruksi itu disampaikan.

3. Menunjukkan bukti komunikasi yang menyatakan permintaan Pemerintah Provinsi DKI untuk menghapus foto Anda dengan Presiden Joko Widodo.

Kami tunggu dalam waktu 2x24 jam terhitung sejak Jumat 31 Juli 2020. Apabila tidak ada penjelasan dan klarifikasi secara tertulis dan ditandatangani di atas materai dari Saudara, maka kami akan langsung menempuh setiap dan semua upaya hukum sesuai dengan kaidah hukum pidana. Demikian atas kerjasamanya, diucapkan terima kasih.”

Sebelumnya, Ike memposting fotonya dengan Presiden Joko Widodo. Dalam postingannya, Ike mengaku dapat tawaran untuk bergabung dalam project yang dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta. Sayangnya, syarat project itu Ike harus menghapus fotonya dengan Jokowi di Instagram. “TUHAN MEMANG BAIK di saat #pandemi saya masih ada bbrpa tawaran #webseries tapi kalau ada tawaran rezeki ke saya dengan MEMINTA SAYA UNTUK MENGHAPUS FOTO2 di SOSMED yang ada BAPAK PRESIDEN kita @Jokowi, kok rasanya GAK PROFESIONAL banget!!!. Hanya karena project #webseries tsb akan bekerjasama dengan klien dr #pemdadki,” "Rezeki gak kemana BOSSS!!!... CINTA saya mengalahkan segalanya ke #presidenrepublikindonesia.. Menurut mereka saya #jokowi banget makanya saya gak kepilih di project #pemdadki itu."




tag: #dki-jakarta  #ike-muti  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
56 Tahun Telkom Indonesia
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Lainnya
Zoom

Sempat Kontroversi Terkait Vaksin Berbayar Individu, Erick Minta Maaf

Oleh Rihad
pada hari Selasa, 20 Jul 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Setelah Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta maaf, kini  Menteri BUMN Erick Thohir melakukan hal yang sama. "Kami Kementerian ...
Zoom

Apa Manfaat Revisi UU Otsus Buat Masyarakat Papua?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-DPR mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua (RUU Otsus Papua) dalam Rapat ...