Berita
Oleh Alfin Pulungan pada hari Thursday, 06 Agu 2020 - 06:30:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Harap Tenang, Indonesia Diyakini Belum Alami Resesi

tscom_news_photo_1596653434.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN )MenteriK -- (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, meski diguncang pandemi korona, Indonesia belum mengalami resesi. Pasalnya, Indonesia baru mengalami pertumbuhan ekonomi negatif pada triwulan II-2020 yang merupakan pertama kalinya sejak 1999.

"Sebetulnya kalau dilihat dari tahun ke tahun belum resesi, karena baru pertama kali mengalami kontraksi," kata Sri Mulyani dalam jumpa pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2020.

Ia menjelaskan, syarat suatu negara mengalami resesi ekonomi adalah menghadapi pertumbuhan ekonomi negatif selama dua triwulan berturut-turut secara tahun ke tahun.

"Kuartal dua baru pertama kali kontraksi. Ini menjadi pemicu agar pada kuartal 3 dan 4 tidak negatif dan terhindar dari zona negatif," ujarnya.

Sri Mulyani


Sri Mulyani menuturkan pemerintah bersama BI, OJK maupun pemangku kepentingan terkait terus berupaya mendorong percepatan stimulus maupun insentif yang sudah direncanakan agar ekonomi kembali stabil.

Dengan begitu, ia berharap ekonomi pada triwulan III tahun ini dapat tumbuh pada kisaran 0-0,5 persen dan triwulan IV 2020 dapat tumbuh hingga mendekati 3 persen agar pertumbuhan bisa kembali ke zona positif.

"Triwulan empat kita berharap bisa meningkat mendekati tiga persen. Kalau itu terjadi maka keseluruhan tahun bisa terjaga di zona positif, minimal 0-1 persen," jelas dia.

Kendati demikian, ia mengakui upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi bukan merupakan hal yang mudah mengingat berbagai sektor usaha maupun kelompok pengeluaran mengalami kontraksi yang dalam.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi terkontraksi pada level negatif untuk pertama kalinya sejak triwulan I-1999, setelah perekonomian pada triwulan II-2020 tumbuh negatif 5,32 persen.

Pencapaian ini sedikit meleset dari proyeksi pemerintah yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2020 di antara minus 5,08 persen-minus 3,54 persen dengan titik tengah minus 4,3 persen.

"Triwulan tiga memang probabilitas negatif masih ada, karena penurunan beberapa sektor mungkin tidak pulih secara cepat," kata Sri Mulyani.

tag: #ekonomi-indonesia  #kementerian-keuangan  #sri-mulyani  #covid-19  #resesi  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Imbas Longsor, Jalur Kuningan-Majalengka Terputus

Oleh Yoga
pada hari Sabtu, 23 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Longsor di Cikijing Kuningan Jawa Barat pada Jumat (22/01/2021) mengakibatkan jalan antara Kuningan menuju Majalengka Jawa Barat tertutup oleh tanah longsor. Longsor ...
Berita

Doni Monardo Ketua Penanganan Covid-19 Positif Corona

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Diduga Doni Monardo, tertular saat memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan. “Dari hasil tes PCR tadi malam, pagi ...