Berita
Oleh Alfin Pulungan pada hari Thursday, 27 Agu 2020 - 06:50:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Papua Ingin Bentuk Parpol Lokal, Anggota DPR Ingatkan Jangan Jadikan Sarana Konflik

tscom_news_photo_1598462490.jpg
Masyarakat adat Papua (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Berbagai kalangan mendesak dibentuknya partai politik (parpol) lokal di Papua sebagai amanat Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua (UU Otsus Papua).

Regulasi tersebut merupakan penerjemahan Pasal 18B Ayat (1) UUD NRI 1945 yang menyatakan negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa.

Anggota Komisi Pemerintahan (Komisi II) DPR, Zulfikar Arse Sadikin, menerangkan secara filosofis dan sosiologis, regulasi tersebut dimaksudkan untuk menjamin penghormatan HAM, aspirasi warga negara, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah RI, serta untuk mengakomodir aspek kelokalan dan hak-hak politik Orang Asli Papua (OAP).

"Sah saja ada partai politik lokal di Papua. Meskipun konstruksi UU Parpol Nomor 2 Tahun 2011 mengisyaratkan partai politik bersifat nasional," kata Zulfikar saat dihubungi, Rabu, 26 Agustus 2020.

Politikus Partai Golkar ini menuturkan, dalam beberapa kasus, pelembagaan konflik melalui parpol dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengintegrasikan demokrasi nasional.

Zulfikar Arse Sadikin


"Apabila kita setuju dengan adanya parpol lokal di Papua, maka mesti mempertimbangkan kultur politik kekerabatan di Papua. Dalam arti, parpol lokal di Papua harus menjadi jembatan integrasi masyarakat asli Papua. Bukan justru menjadi penyebab konflik antar suku," jelas Arse.

Arse juga menegaskan parpol lokal di Papua jangan sampai menjadi ajang artikulasi politik elit-elit lokal saja. Namun, kata dia, parpol lokal di Papua harus menjadi salah satu medium penjaminan dan penghormatan hak politik Orang Asli Papua.

Selain itu, dalam rangka pengendalian konflik, harus terdapat ruang dialog dengan kelompok konflik. Dengan begitu, terjalin kesepakatan adanya transformasi gerakan perlawanan menjadi parpol lokal yang tunduk di hadapan hukum dan sistem di NKRI.

"Hal tersebut akan menjadikan upaya penghargaan hak-hak politik Orang Asli Papua menyentuh pada upaya integrasi nasional dan peredaman gerakan perlawanan melalui cara-cara nir-kekerasan," pungkas anggota Badan Legislator DPR ini.

tag: #papua  #parpol-lokal  #komisi-ii  #zulfikar-arse-sadikin  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Keluarga Habib Rizieq Tolak Tes, Bima Arya Datangi RS Ummi

Oleh Rihad
pada hari Jumat, 27 Nov 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Wali Kota Bogor Bima Arya mendapat informasi pihak keluarga Habib Rizieq Syihab menolak dites swab oleh Pemkot Bogor. Sebelumnya, Habib Rizieq sudah menjalani tes swab oleh ...
Berita
MUI Pilih Ketua Baru

Barikade 98: Selamat MUI Baru Tanpa Khilafah dan Kelompok Anti Pancasila

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ketua Umum Barikade Benny Rhamdani memberikan ucapan selamat kepada kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025 yang dipimpin oleh KH Miftachul ...