Oleh Givary Apriman pada hari Jumat, 18 Sep 2020 - 13:14:56 WIB
Bagikan Berita ini :

Dyah Roro : Krisis Kesehatan Saat Pandemi Mempengaruhi Tiga Sektor Penting

tscom_news_photo_1600405987.jpg
Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti berbicara dalam diskusi virtual Launch of the Westminster Foundation for Democracy (WFD) Environmental Democracy Initiative sebagai perwakilan dari anggota parlemen Indonesia beberapa waktu lalu.

Dalam paparannya, politisi milenial anggota komisi energi, riset dan teknologi ini menyatakan kesadarannya bahwa cara tercepat untuk membuat sebuah perubahan adalah dengan terlibat aktif di dalam parlemen atau pemerintahan, dimana hal ini memotivasinya untuk menjadi bagian dari sistem tersebut.

Selanjutnya, Roro Esti berpendapat bahwa salah satu masalah terbesar dalam kurangnya pastisipasi kaum muda dalam politik yaitu adanya stigma politik yang buruk, serta kurangnya rasa percaya dan transparansi akan keberlangsungan pembuatan kebijakan.

"Saat ini di Indonesia ada sekitar 10% dari total anggota DPR RI yang masuk dalam kategori muda, di bawah umur 40 tahun yang tersebar di beberapa komisi," ujar Dyah Roro.

Dalam paparannya juga politisi muda ini bertujuan untuk fokus dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi Indonesia, maka ketertarikannya dalam mengangkat isu yang terkait dengan sustainability dan climate change. Adapun terkait isu perubahan iklim, kader muda partai Golkar ini perlu menjadi bahan diskusi sehari hari.

Krisis kesehatan yang terjadi di masa pandemi ini menyebabkan krisis di tiga sektor yaitu Lingkungan, Sosial, dan Ekomomi.

“Saat ini, kita sedang berada dalam krisis Kesehatan akibat pandemi, dimana krisis ini tak hanya mempengaruhi lingkungan, tapi juga mempengaruhi sektor ekonomi, dan sosial. Hal hal tersebut hanyalah sebagian kecil dibandingkan kemungkinan krisis yang bisa terjadi di masa depan akibat iklim. Oleh karena itu, menurut saya pembangunan berkelanjutan perlu digencarkan, dengan bantuan parlemen," paparnya.

Tentunya upaya parlemen ini tetap membutuhkan partisipasi publik yang luas. Dyah Roro Esti memaparkan bahwa salah satu inisiatif yang dilakukan oleh DPR RI untuk mengatasi masalah kurangnya partisipasi publik, yaitu melalui inisiatif Open Parliament Indonesia, dimana inisiatif ini menjunjung tinggi nilai transparansi.

Harapannya dengan inisiatif ini, banyak generasi muda yang bisa lebih terbuka dengan dunia politik. Hal ini sangat penting karena kaum muda adalah kelompok yang berpikir kritis dan penuh inspirasi, sehingga akan baik untuk membuat perubahan.

Dengan begitu akan tercipta kerja sama dan sinergi yang baik dalam bergotong royong menciptakan suatu masa depan yang lebih baik.

tag: #dpr  #komisi-vii  #corona  #lingkungan-hidup  #ekonomi  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Kepercayaan Publik Kepada Partai Demokrat dan PKS Meningkat Pasca Penolakan UU Ciptaker

Oleh Rihad
pada hari Senin, 19 Okt 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi dua pihak yang paling banyak menerima citra positif dari Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Hal itu ...
Berita

Waspada, Cuti Panjang Bisa Tingkatkan Penularan Covid-19

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Lonjakan kenaikan kasus penularan COVID-19 saat libur panjang selama lima hari, sejak Rabu (28/10) hingga Minggu (1/11) 2020 harus dicegah. Hal itu disampaikan Presiden Joko ...