Berita
Oleh Rihad pada hari Saturday, 26 Sep 2020 - 21:29:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Petugas KKP Tangkap Penangkap Ikan Gunakan Potasium

tscom_news_photo_1601126305.png
Ilustrasi ikan mati akibat keracunan (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) menangkap dua pelaku yang diduga menangkap ikan dengan menggunakan bahan kimia berbahaya.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Tb Haeru Rahayu menyatakan, penangkapan tersebut dilakukan oleh aparat pengawas perikanan Stasiun PSDKP Tarakan di wilayah perairan Maratua Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, 24 September 2020."Pelaku dengan inisial S dan T saat ini telah diamankan oleh aparat kami di stasiun PSDKP Tarakan," ungkap Tb Haeru Rahayu, Sabtu (26/9).

Kedua pelaku menangkap ikan dengan menggunakan potasium.

Hal tersebut, lanjutnya, diperkuat dengan ditemukannya tiga liter potasium cair dan delapan buah potasium padat bersama dengan barang bukti lainnya.

"Sejumlah alat bukti terkait dengan kegiatan destructive fishing telah diamankan oleh aparat kami," ujar Dirjen yang biasa disapa Tebe ini.

"Pemberantasan destructive fishing ini merupakan salah satu prioritas kami, oleh sebab itu pelaku akan diproses sebagaimana ketentuan yang berlaku," tegas Tebe.

Plt. Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan, Matheus Eko Rudianto, menyampaikan berbagai praktik kegiatan penangkapan ikan dengan cara yang merusak masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian bersama.

KKP dengan dukungan berbagai instansi terkait lainnya sebenarnya telah melakukan berbagai langkah dan pendekatan preventif dalam rangka menekan laju destructive fishing ini.

Namun, Eko juga memahami bahwa tentu itu memerlukan waktu dan tidak mudah merubah paradigma berpikir pelaku. "Bersama berbagai instansi terkait kami terus mendorong program-program penyadartahuan", jelasnya.

Selama 2020, Ditjen PSDKP KKP telah menangani berbagai kasus destructive fishing yang terdiri antara lain 11 kasus pengeboman, 4 kasus penyetruman dan 1 kasus penggunaan racun ikan.

tag: #menteri-kkp  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Tuntutan JPU soal Kendalikan 13 MI Tidak Terbukti Selama Persidangan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 22 Okt 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Heru Hidayat Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk menegaskan bahwa dirinya tidak mengendalikan dan mengatur 13 Manajer Investasi (MI) sebagaimana dituduhkan kepadanya ...
Berita

Dituntut Terima Rp10 Triliun dari Jiwasraya, Heru Hidayat: Harta Saya Tidak Sampai Rp10 Triliun

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat menegaskan hingga saat ini tidak memiliki harta kekayaan mencapai Rp10 triliun. Oleh karena itu, dia membantah ...