Oleh Givary Apriman pada hari Rabu, 07 Okt 2020 - 17:07:49 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengesahan UU Ciptaker Berpotensi Memperbesar Gelombang Golput Di Pilkada 2020

tscom_news_photo_1602065192.JPG
Ilustrasi Pilkada (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pengamat Politik Cecep Sopandi mengatakan kalau pengesahan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law kian menjadi bola liar, setelah berbagai pandangan dikeluarkan oleh pengamat dan politisi di DPR RI.

Polemik tersebut akan dijadikan oleh para penentang untuk menentang kebijakan Pemerintah lewat berbagai sektor, termasuk Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) serentak 2020.

Cecep menilai kalau pengesahan UU Omnibus Law ini sangat berpengaruh buat partai politik yang mendukung pengesahan UU tersebut di Pilkada serentak nanti, akibat dari polarisasi dukungan dari pihak-pihak tertentu.

“Kalau dilihat dari komposisi koalisi di Pilkada, rasanya sulit bagi buruh untuk mendukung atau menolak partai yang terlibat dalam pengesahan UU Ciptaker, mengingat terjadi polarisasi dukungan,” kata Cecep, Rabu (07/10/2020).

Direktur Social Policy dan Political Studies (Sospol"s) tersebut menuturkan satu cara perlawanan buruh kepada Pemerintah dan DPR atas pengesahan UU Omnibus Law dengan Golput di Pilkada serentak 2020.

Menurutnya, jika aksi Golput ini dilakukan maka akan berubah konstalasi politik, terkhusus bagi calon yang diusung oleh partai pendukung pengesahan UU Omnibus Law.

“Pilihan rasional bagi perlawanan buruh pada simbol kekuasaan adalah dengan Golput di Pilkada. Jika itu dilakukan, ini merubah konstalasi politik. Calon yang diunggulkan diprediksi akan menyusut, mengingat ada sekian persen pemilihnya Golput dan tidak hadir di TPS menyuarakan hak pilihnya,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, hampir seluruh buruh di daerah menggelar aksi penolakan terhadap disahkannya UU Omnibus Law (Cipta Kerja).

Magister Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana ini mengambil contoh di daerah Karawang, Jawa Barat dimana ratusan ribu pekerja buruh melakukan aksi penolakan dan ini sangat berpotensi terhadap Pilkada nanti.

“Buruh di Karawang hari ini demo lebih banyak, ini akan berpotensi mendorong gerakan delegitimasi pada simbol kekuasaan. Termasuk Pilkada. Suara buruh cukup signifikan, ditambah pengangguran dan para pekerja rentan. Jumlahnya kurang lebih 400.000 orang. Ini belum termasuk emak-emaknya yang juga ikut terdampak,” pungkasnya.

tag: #ruu-ciptaker  #omnibus-law  #pilkada-2020  #buruh  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Imbas Penangkapan Menteri KKP, Pengamat Beberkan Nasib Gerindra Di Koalisi

Oleh Givary Apriman
pada hari Rabu, 25 Nov 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kabar penangkapan Menteri KKP, Edhy Prabowo, oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cukup mengejutkan publik.  Edhy Prabowo ditangkap KPK atas dugaan korupsi ...
Berita

Firly: Tadi Malam KPK Amankan Menteri KKP Edhy Prabowo

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri membenarkan, jika Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo telah diamankan oleh lembaga anti-rasuah ...