Oleh Bachtiar pada hari Senin, 12 Okt 2020 - 22:59:31 WIB
Bagikan Berita ini :

Dituding Tunggangi Aksi Demo Tolak UU Ciptaker, KAMI: Ada Yang Berupaya Mendiskreditkan KAMI

tscom_news_photo_1602518371.jpg
Ahmad Yani Deklarator KAMI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) merespon adanya gerakan yang mendiskreditkan melalui spanduk atau
pengakuan pembakar pos polisi. KAMI memastikan semua tuduhan yang disampaikan tersebut bersifat provokatif dan tendensius.

Hal tersebut dijawab oleh pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Komite Eksekutif KAMI yakni Ahmad Yani, Sekertaris
Syahganda Naingolan
dan Anggota Adhie M. Massardi.

"Sudah diduga dan diantisipasi akan ada gerakan mendiskreditkan atau membunuh karakter terhadap KAMI dengan cara-cara licik dan jahat itu. Gerakan itu memasang spanduk atau menyebarkan flyer mendiskreditkan KAMI ataupun menyusupkan perusuh dan pelaku pembakaran dan perusakan yang kemudian mengaku dari KAMI," demikian bunyi pernyataan sikap KAMI, Senin, (12/10/2020).

Sebagai gerakan moral, KAMI hanya menyuarakan yang diyakini sebagai kebenaran, yaitu meluruskan Kiblat Bangsa dan Negara dari penyimpangan dan penyelewengan.

Dalam Bahasa Agama Islam: Amar Ma"ruf Nahyi Munkar semuanya tertulis dan ditandatangani oleh ketiga Presidium atau salah satu Presidium, atau oleh Komite Eksekutif KAMI.

"Salah satu dari suara moral itu adalah menolak RUU Omnibus Law Ciptaker. Maka KAMI
mendukung gerakan kaum buruh, mahasiswa dan pelajar, serta elemen-elemen lain yang menuntut pembatalan UU tersebut," bunyi dari pernyataan sikap tersebut.

KAMI sendiri dalam pernyataan sikap tersebut, senantiasa mendukung gerakan yang
sejalan dengan pikiran KAMI, dengan tidak perlu menunggangi atau ditunggangi.

Kalimat bahwa KAMI menunggangi Aksi Demo Buruh, Mahasiswa dan Pelajar adalah taktik agar massa buruh, mahasiswa dan pelajar tidak turun beraksi.

"Gerakan penolakan terhadap omnibus Law Ciptaker sudah dinyatakan oleh organisasi-organisasi Serikat Pekerja, dan banyak organisasi lain.KAMI memberikan dukungan karena sejalan dan sehaluan," tegas bunyi pernyataan sikap tersebut.

KAMI secara kelembagaan tidak ikut dalam aksi, tapi memberi kebebebasan kepada
pendukung KAMI sebagai rakyat warga negara mengemukakan pendapat dan
Aspirasinya, tentu dengan pesan agar tidak terjebak ke dalam provokasi melakukan anarkisme.

"Pelaku anarkisme atau kerusuhan seperti membakar kendaraan, Pos Polisi atau halte-
halte bus adalah bukan dari KAMI, dan bukan dari massa pengunjuk rasa dari kaum buruh. Mahasiswa dan pelajar (sudah ada bukti di media sosial bahwa mereka patut diduga dari
preman-preman bayaran)," tutur dia.

KAMI memastikan, cara mendiskreditkan kaum kritis terhadap pemerintah dengan melakukan anarkisme adalah cara lama untuk membungkam gerakan itu.

"Gerakan moral KAMI tidak akan
terhenti dengan cara-cara seperti itu. KAMI boleh jadi akan memutuskan ikut bergabung dalam gerakan rakyat/umat, atau bahkan memimpinnya (seperti banyak permintaan), jika kezaliman, ketakabburan, dan ketakadilan merajalela," tandas KAMI.

tag: #kami  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Mengingat Kembali Petisi Rizal Ramli Dkk Kepada Bank Dunia yang Salah Prediksi Krisis Indonesia 98

Oleh Bachtiar
pada hari Sabtu, 28 Nov 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Jauh sebelum saat ini, Sang Reformis ekonomi, Rizal Ramli merupakan sosok yang kerap mengkritik kinerja Bank Dunia. Bukan tanpa alasan, RR begitu ia disapa menilai bahwa ...
Berita

BPIP Titipkan Pancasila Kepada Generasi Muda Pangandaran

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengapresiasi antusiasme pemuda-pemudi Pangandaran, Jawa Barat dalam acara "Sosialisasi Pembinaan ...