Oleh Givary Apriman pada hari Sabtu, 14 Nov 2020 - 10:54:34 WIB
Bagikan Berita ini :

Selain Pemulangan HRS, Gerindra: Prabowo Juga Minta Pemerintah Bebaskan Sejumlah Tokoh Pendukung

tscom_news_photo_1605326061.JPG
Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi ketika naik MRT bersama beberapa waktu lalu (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan kalau ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meminta kepada pemerintah membebaskan sejumlah tokoh pendukung yang ditahan karena terjerat kasus hukum.

Sebagai syarat rekonsiliasi usai Pilpres 2019 selain mengajukan pemulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Prabowo juga meminta pemerintah sejumlah tokoh yang terjerat kasus hukum untuk dibebaskan.

"Tak hanya pemulangan Rizieq Shihab, Prabowo juga meminta pemerintah membebaskan sejumlah tokoh pendukung yang ditangkap karena terjerat kasus hukum," kata Muzani dalam keteranganya, Sabtu (14/11/2020).

Seperti diketahui, ketika Pilpres 2019 lalu, sejumlah tokoh pendukung Prabowo ditetapkan sebagai tersangka dalam sejumlah kasus berbeda.

Mereka antara lain mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko, mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen, mantan Kapolda Sofyan Jacob.

Kemudian Bachtiar Nasir yang ditetapkan sebagai pencucian uang dan Eggi Sudjana yang dijerat tersangka makar.

Kasus-kasus hukum para tokoh tersebut tetap berjalan hingga hari ini, meskipun tak terdengar lagi dan Kivlan Zen telah dibawa ke pengadilan. Pensiunan jenderal bintang dua itu didakwa atas kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam.

Sementara kasus Soenarko sudah dilimpahkan Polri ke Kejaksaan. Sedangkan kasus yang menjerat Sofyan Jacob, Bachtiar Nasir, hingga Eggi Sudjana belum jelas kelanjutannya.

Sebelumnya, Muzani menyebut Prabowo memiliki peran atas kepulangan Rizieq ke Indonesia.

Wakil Ketua MPR RI tersebut menyatakan kembalinya Habib Rizieq yang sejak 2017 berada di Arab Saudi itu merupakan salah satu syarat dari rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019.

"Ya keseluruhan (pemulangan Rizieq Shihab), bukan hanya itu. Tapi keseluruhan bukan hanya itu. Kemarin kan banyak ditahan ratusan orang. Lagi diproses-proses. Ya segala macamlah ya," ujarnya.

Muzani mengatakan pertemuan antara Prabowo dan Jokowi yang menjadi langkah awal rekonsiliasi juga harus dilihat sebagai proses islah atau perdamaian.

Proses islah, kata Muzani, tak dapat terjadi jika masih terdapat dendam di tengah masyarakat dan ia pun mengingatkan agar proses rekonsiliasi tak menjadi sekadar wacana dan dagangan politik.

"Rekonsiliasi tidak mungkin terjadi kalau kemudian suasana dan pikiran itu juga terjadi. Suasana itu harus diredakan, harus dikendurkan, sehingga islah itu menjadi sesuatu yang kuat," pungkasnya.

tag: #prabowo-subianto  #jokowi  #muzani  #habib-rizieq  #fpi  #pilpres-2019  #partai-gerindra  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Banner Ramadhan Ir. Ali Wongso Sinaga
advertisement
Banner Ramadhan H. Singgih Januratmoko, S.K.H., M.M.
advertisement
Dompet Dhuafa: Sedekah Yatim
advertisement
Banner Ramadhan Mohamad Hekal, MBA
advertisement
Banner Ramadhan Sartono Hutomo, SE, MM
advertisement
Dompet Dhuafa: Parsel Ramadan
advertisement
Dompet Dhuafa: Zakat Fitrah
advertisement
Domper Dhuafa: Sedekah Quran
advertisement
Lainnya
Berita

Peringati HUT Ke-71, PSMS Yakin Lolos Liga 1 Musim Depan

Oleh Ariful Hakim
pada hari Rabu, 21 Apr 2021
MEDAN(TEROPONGSENAYAN)--- CEO PSMS Medan, Kodrat Shah mengaku optimis jika club asuhannya bisa menempuh kasta tertinggi di tanah air musim depan. Bahkan, tak tanggung tanggung pria yang juga menjabat ...
Berita

Besok Bertemu AHY, Presiden PKS Akan Bahas Soal Demokrasi dan Kebangsaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu dijadwalkan bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Kamis (22/4/21) sore besok. ...