Oleh Sahlan Ake pada hari Minggu, 29 Nov 2020 - 07:55:13 WIB
Bagikan Berita ini :

Kelompok MIT Bunuh 4 Warga Sigi, Hasanuddin: Perpres Pelibatan TNI Harus Segera Rampung

tscom_news_photo_1606611313.jpg
Anggota Polri (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi pembunuhan yang menewaskan 4 orang di Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (27/11) pagi.

Pelaku pembunuhan empat warga Desa Lembontonga Sigi ini diduga kelompok teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

"Saya mengucapkan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut," kata Hasanuddin dalam keterangannya, Minggu (29/11/2020)

Hasanuddin menegaskan kejadian ini harus segera diusut tuntas dan jangan dibiarkan berlarut-larut.

Bahkan bila diperlukan, tegas dia, seluruh sumber daya dan kekuatan harus dikerahkan untuk menumpas pelaku pembunuhan yang diketahui merupakan kelompok teroris.

"Kelompok teroris ini harus segera ditumpas, mumpung kekuatannya masih kecil. Kalau dibiarkan maka akan sulit untuk ditindak," tuturnya.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki sejumlah satuan terbaik di TNI atau Polri.

"Ini saatnya mereka diturunkan untuk menumpas teroris," tegasnya.

Tetapi, kata Hasanuddin, harus segera diselesaikan dulu payung hukumnya atau aturan undang-undangannya , yakni Peraturan Presiden (Perpres) Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme.

"Perpres ini sudah ditunggu hampir 2 tahun, maka harus segera dirampungkan. Bila dibiarkan terlalu lama, kejadian seperti ini bisa terulang lagi," tandasnya.

Diberitakan, empat orang warga di Desa Lembontonga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah diduga menjadi korban pembunuhan dari kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Para korban dieksekusi langsung oleh Ali Kalora.

Selain itu, pelaku juga sempat membakar salah satu rumah di sekitar perkampungan itu.

Polisi menyatakan tindakan tersebut bertujuan untuk menyebarkan teror di masyarakat.

Aparat kepolisian juga mengungsikan sedikitnya 150 KK dari desa tersebut untuk mengantisipasi kejadian serupa.

tag: #papua  #terorisme  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Warga Rusun Menolak Lockdown di Berbagai Kota Besar di Belanda

Oleh Rihad
pada hari Senin, 25 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Sebagian masyarakat Belanda ternyata tidak menyukai lockdown. Warga yang menolak lockdown turun ke jalanan hingga rusuh. Polisi menggunakan water canon membubarkan ...
Berita

KPK Diminta Usut Tuntas Sosok 'Madam' Dikasus Korupsi Bansos

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin mendesak, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan langkah cepat mengungkap sosok "madam" yang ...