Oleh Givary Apriman pada hari Kamis, 03 Des 2020 - 20:07:14 WIB
Bagikan Berita ini :

Wakapolsek Medan Helvetia Dituding Rampas Mobil Bodong, Ini Jawaban Kapolsek

tscom_news_photo_1607000481.jpg
Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Pardamean Hutahean. (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Medan Helvetia, Kompol Pardamean Hutahean, angkat bicara soal dilaporkannya Wakil Kepala Polsek Medan Helvetia, AKP Dedy Kurniawan, ke Divpropam Mabes Polri atas dugaan tindak pidana perampasan mobil dan pungutan liar.

Menurutnya, laporan terhadap Waka Polsek Medan Helvetia yang diduga melakukan perampasan dan penahanan satu unit mobil Pajero Sport warna hitam nomor polisi BM 1716 ME tidak benar.

Pardamean menerangkan, penangkapan mobil itu atas laporan dari masyarakat tentang adanya peredaran kendaraan bodong. Dari laporan itu, personil Reskrim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan satu unit Mobil Pajero Sport B 1600 PM milik MJ.

“Nah, saat dilakukan pemeriksaan plat yang digunakan mobil itu tidak terdaftar di Samsat sehingga penyidik menyatakan kendaraan itu bodong dan langsung membuat laporan model A,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (2/12) malam.

Pardamean juga membantah bahwa saat dilakukan penangkapan terhadap mobil Pajero Sport itu menggunakan laporan polisi tidak terregister alias LP bodong serta adanya pungutan liar uang senilai Rp200 juta.

Mobil Pajero yang objek perampasan di Medan Helvetia


“Laporannya jelas dan sudah ditangani penyidik. Lalu, soal uang Rp200 juta juga tidak ada diterima,” ujar mantan Wakasat Res Narkoba Polrestabes Medan tersebut.

Disingung mengenai bahwa mobil yang diamankan itu digunakan untuk kepentingan pribadi Waka Polsek Medan Helvetia, Pardamean kembali membantah tuduhan tersebut.

“Tidak ada mobil Pajero yang kita amankan itu digunakan. Sampai saat ini kendaraannya masih terparkir di mako, silakan saja dicek sendiri,” cetusnya sembari menambahkan dirinya bersama Waka Polsek Helvetia siap menghadapi laporan pengaduan ke Divpropam Mabes Polri tersebut.

“Kita siap menghadapi tuduhan keji ini di Mabes Polri. Sebab,kami melakukan penangkapan sesuai SOP,” jelas Pardamean.

Sementara itu, saat dikonfirmasi soal tuduhan terhadapnya, Waka Polsek Medan Helvetia, AKP Dedi Kurniawan, mengaku tidak merasa terganggu dengan tudingan itu karena dia merasa tak berbuat salah.

Saat ditanya apakah akan menggugat balik karena pencemaran nama baik, Dedi pun mengatakan tidak berfikiran jauh ke arah sana.

"Kecuali nanti ada perintah pimpinan, saya akan jalankan apa yang diperintahkan," ujar lulusan Akpol 2008 itu.

Diketahui, pemilik Pajero Sport bodong berinisial MJ yang melaporkan Waka Polsek Medan Helvetia itu sebelumnya pernah ditangkap dan diadili di Pengadilan Negeri Medan karena terlibat sebagai sindikan penggelapan mobil mewah jaringan Nova Zein.

tag: #medan  #polri  #polisi  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Warga Rusun Menolak Lockdown di Berbagai Kota Besar di Belanda

Oleh Rihad
pada hari Senin, 25 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Sebagian masyarakat Belanda ternyata tidak menyukai lockdown. Warga yang menolak lockdown turun ke jalanan hingga rusuh. Polisi menggunakan water canon membubarkan ...
Berita

KPK Diminta Usut Tuntas Sosok 'Madam' Dikasus Korupsi Bansos

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin mendesak, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan langkah cepat mengungkap sosok "madam" yang ...