Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 23 Mei 2023 - 08:01:04 WIB
Bagikan Berita ini :

Meutya Hafid: Perkembangan Digital Menjadi Panggung Informasi Politik di Pemilu 2024

tscom_news_photo_1684803664.jpg
Meutya Hafid (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafid mengatakan, perkembangan dunia digital akan banyak berperan dalam menyebarkan informasi politik. Baik itu melalui media massa ataupun media sosial, akan banyak informasi tersebar terlebih menjelang Pemilu 2024.

“Dinamika politik saat ini diwarnai dengan perkembangan digital atau media sosial, tantangannya adalah sosial media saat ini jauh lebih tajam. Sebab itu perlu dicerna, dipahami dan jangan sampai dikendalikan oleh emosi," ucapnya dalam “Dinamika Politik dan Populisme di Indonesia” bekerjasama dengan Kementerian Kominfo, Senin (23/5/2023).

Dalam fenomena digital saat ini, kata Meutya, konsumsi informasi yang tidak akurat dinilai sangat berbahaya bagi dinamika politik Indonesia. Karena dapat menimbulkan kepanikan, kekacauan, memecah belah masyarakat, meningkatkan diskriminasi, dan mempengaruhi pengambilan keputusan dalam aktivitas politik.

Sementara Andi Budiman sebagai seorang Politisi mengatakan, bahwa ditengah masifnya penggunaan media digital atau sosial saat ini, algoritma media sosial menjadi tantangan yang besar bagi politik Indonesia. “Algoritma menurut saya adalah tantangan terbesar dalam demokrasi terutama dalam konteks polarisasi politik," katanya.

"Karena dia menghilangkan potensi untuk dialog, karena setiap orang ada di dalam echo chamber masing-masing kelompok dan sebaliknya di kelompok yang lain juga akan ditampilkan dengan informasi yang sama yang sesuai dengan kelompok tersebut. Dan makin lama kita akan merasa semakin yakin bahwa apa yang diyakini adalah benar, itu berbahaya dan tidak sehat," ucapnya.

Ferry Irwandi sebagai konten kreator mengatakan bahwa, seharusnya perbedaan dalam demokrasi dianggap sebagai sesuatu yang positif. “Perbedaan dalam demokrasi seharusnya dianggap sebagai sesuatu yang positif, karena untuk apa demokrasi jika semua orang sama," ucapnya.

Selain itu, menyambut tahun politik 2024, populisme menjadi salah satu topik yang sering dibicarakan. Karena populisme dianggap sebagai sebuah problematika yang dilematis didalam arah kualitas demokrasi ditengah meningkatnya perkembangan digital saat ini.

“Populisme sebetulnya adalah salah satu cara berpolitik yang memainkan sentimen masyarakat. Apakah populisme boleh? ya boleh saja, tetapi tugas kita sebagai warga negara adalah menjadi pemilih yang kritis, menjadi orang yang tidak gampang di dorong-dorong oleh sentimen," ucapnya.

tag: #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Lainnya
Berita

BPKH Tunjuk UUS Bank DKI Sebagai Bank Pengelola Keuangan Haji

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 23 Jul 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Unit Usaha Syariah (UUS) Bank DKI mendapatkan kepercayaan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai salah satu Bank Umum Pengelola Keuangan Haji yang melaksanakan ...
Berita

Jaringan Nasional Anti Perdagangan Orang Akan Selenggarakan Pertemuan Nasional di Batam

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)– Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (JarNas Anti TPPO) akan menyelenggarakan Pertemuan Nasional pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2024 di Yelloo Hotel, ...