Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 01 Apr 2026 - 13:38:25 WIB
Bagikan Berita ini :

Pemadam Karhutla Gugur, Waka Komisi IV DPR Dorong Jaminan Keselamatan dan Perlindungan Asuransi

tscom_news_photo_1775025505.jpg
Alex Indra (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menyampaikan duka cita atas gugurnya petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau. Ia menegaskan, pekerjaan pemadaman Karhutla merupakan salah satu pekerjaan dengan risiko tinggi yang harus mendapat jaminan keselamatan dan perlindungan asuransi.

“Mewakili pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI, kami menyampaikan duka mendalam atas gugurnya salah seorang anggota Regu 4 Manggala Agni Daops Siak,” kata Alex Indra Lukman.

Seperti diketahui, kabar duka yang datang dari barisan pejuang Karhutla Riau, Senin (30/3) lalu. Seorang personel Regu 4 Manggala Agni Daops Siak bernama Muharmizan (44), meninggal dunia secara mendadak usai menjalankan tugas pemadaman di Desa Palkun, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Korban diduga meninggal dunia akibat dari kelelahan. Sebab saat itu petugas gabungan dari Manggala Agni, TNI, Polri dan petugas lain tengah berjibaku dalam memadamkan Karhutla.

Alex pun menekankan pentingnya infrastruktur dan peralatan yang memadai bagi setiap petugas pemadam Karhutla mengingat pekerjaan mereka yang berbahaya.

“Nyawa itu sangat berharga. Karenanya, perlengkapan keselamatan itu sangat penting tersedia dan dipakai secara lengkap saat bertugas. Jangan sampai ada kejadian, tim Manggala Agni bertugas dengan standar keselamatan seadanya,” tegasnya.

Alex juga menyoroti peristiwa serupa di mana seorang perwira Brimob Polda Riau bernama Ipda Donald Junus Halomoan meninggal dunia pada 4 Agustus 2025 saat bertugas menangani Karhutla di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir.

Atas insiden berulang yang dialami personel yang dijuluki ‘Panglima Api’ itu, Alex mengingatkan jajaran Kementrian Kehutanan, untuk memastikan kejadian kematian secara mendadak tak lagi berulang dialami personel Manggala Agni maupun petugas dari institusi lainnya yang diterjunkan memadamkan Karhutla.

“Penyebab gugurnya personel Manggala Agni ini harus diselidiki hingga tuntas, agar kejadian serupa tak berulang lagi di masa depan,” ungkap Alex.

Lebih lanjut, Alex mendorong kepada jajaran terkait untuk memberikan jaminan perlindungan risiko bagi 956 orang personel Manggala Agni di bawah kendali Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatera yang membawahi 10 provinsi di Pulau Andalas tersebut. Termasuk dengan mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan dan keselamatan kerja.

“Perlindungan asuransi kesehatan dan keselamatan kerja ini penting, sebagai bukti kehadiran negara dalam melindungi anggota keluarga dari personel yang mendapat beban tugas negara,” terangnya.

Selain asuransi, Alex juga mengingatkan pentingnya dilakukan pemeriksaan kesehatan secara regular untuk setiap personel Manggala Agni yang bertugas memadamkan api Karhutla.

“Dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala, keselamatan personel yang diturunkan memadamkan kobaran api, jadi lebih terjaga sehingga tidak memicu terjadinya kecelakaan kerja,” sebut Alex.

Sebagai informasi, BPBD dan Damkar Riau mengungkap saat ini Karhutla di Riau terdeteksi di 21 titik api (firespot) yang tersebar di sejumlah wilayah kabupaten kota di Riau.

Di Kabupaten Pelalawan, terdapat tiga titik api yang masih aktif, masing-masing berada di Desa Merbau (Kecamatan Bunut), Desa Pulau Muda (Kecamatan Teluk Meranti), dan Desa Teluk Dalam (Kecamatan Kuala Kampar).

Ketiga lokasi tersebut dilaporkan masih memiliki titik api dengan asap cukup tebal, sehingga proses pemadaman terus berlangsung.

Untuk wilayah Kota Dumai, dari lima titik api yang terpantau, sebagian besar telah berhasil dipadamkan. Dua titik di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, serta satu titik di Kelurahan Bagan Besar Timur, Kecamatan Bukit Kapur, dilaporkan padam total.

Sementara itu, satu titik di Kelurahan Tanjung Palas masih menyisakan asap tipis dan dalam tahap pendinginan. Di Indragiri Hulu (Inhu), dua titik api terdeteksi di Desa Sekip Hilir dan Desa Redang. Satu titik telah padam total, sedangkan satu lainnya masih dalam proses pendinginan akibat asap tipis yang tersisa.

Hal serupa terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dengan tiga titik api di Desa Pasir Mas, Desa Teluk Nibung, dan Desa Bekawan. Ketiganya masih mengeluarkan asap tipis dan saat ini dalam tahap pendinginan oleh petugas di lapangan.

Di Bengkalis menjadi wilayah dengan titik api terbanyak, yakni delapan titik. Sejumlah lokasi seperti Desa Sukarjo Mesim, Pergam, Teluk Lecah, hingga Titi Akar dilaporkan masih memiliki api aktif disertai asap tebal.

Upaya pemadaman dilakukan secara intensif, termasuk penyekatan menggunakan alat berat guna mencegah api meluas.

tag: #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement