Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 04 Apr 2026 - 18:08:46 WIB
Bagikan Berita ini :

Keamanan Dipertanyakan, TB Hasanuddin Minta Evaluasi Keterlibatan TNI di Lebanon

tscom_news_photo_1775300926.jpg
TB Hasanuddin Anggota Komisi I DPR RI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) kembali menjadi korban luka-luka akibat ledakan yang terjadi di El Adeisse, Lebanon Selatan pada Jumat (3/4/2026). Insiden ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi pasukan perdamaian Indonesia di wilayah konflik.

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menegaskan bahwa pemerintah harus merespons insiden ini secara serius dengan menitikberatkan pada dua aspek utama, yakni investigasi menyeluruh dan langkah mitigasi konkret.

“Pemerintah harus segera mendorong investigasi yang menyeluruh, transparan, dan independen. Perwakilan Tetap RI di PBB perlu melayangkan desakan resmi kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretariat Jenderal PBB untuk mengusut tuntas insiden ini,” ujar TB Hasanuddin, Sabtu (4/4/2026).

Ia menekankan bahwa fokus investigasi harus mampu memastikan apakah ledakan tersebut merupakan dampak eskalasi konflik yang tidak disengaja atau justru bentuk pelanggaran hukum internasional.

“Fokus investigasi harus memastikan apakah ini murni dampak konflik atau ada unsur kesengajaan. Jika terbukti ada serangan terhadap personel penjaga perdamaian, maka itu adalah pelanggaran serius dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegasnya.

TB Hasanuddin juga meminta pemerintah Indonesia bersikap tegas dalam forum internasional. Menurutnya, serangan terhadap atribut dan personel PBB tidak bisa ditoleransi dan harus diikuti dengan akuntabilitas penuh dari pihak yang bertanggung jawab.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya peran aktif Kementerian Luar Negeri dalam mengawal proses investigasi.

“Kemlu harus melakukan monitoring ketat terhadap seluruh tahapan penyelidikan oleh UNIFIL, mulai dari pengumpulan bukti, analisis data, hingga verifikasi kronologi kejadian. Selain itu, Kemlu juga harus memastikan hak-hak prajurit yang terluka terpenuhi dan terus memberikan tekanan diplomatik agar proses ini berjalan tuntas,” jelasnya.

Selain investigasi, TB Hasanuddin juga menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pasukan TNI di Lebanon. Ia meminta Mabes TNI segera melakukan peninjauan terhadap prosedur operasional dan perlindungan personel di lapangan.

“Evaluasi harus mencakup peninjauan posisi pos agar berada di zona yang lebih aman, peningkatan perlindungan fisik di pangkalan, serta pengetatan SOP saat terjadi eskalasi di sekitar area tugas,” ujarnya.

Lebih jauh, TB Hasanuddin mengingatkan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan secara serius keberlanjutan keterlibatan Indonesia dalam misi UNIFIL jika situasi terus memburuk.

“Kalau kehadiran kita di sana tidak lagi memberikan manfaat signifikan dan justru membahayakan prajurit TNI, sementara pihak-pihak di lapangan tidak kooperatif dan PBB terlihat lemah, maka opsi untuk menarik pasukan harus mulai dipikirkan secara serius,” tegasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia tetap penting, namun tidak boleh mengorbankan keselamatan prajurit.

“Keselamatan prajurit adalah prioritas utama. Komitmen internasional harus tetap dijalankan, tetapi dengan perhitungan matang dan perlindungan maksimal bagi setiap personel kita,” pungkasnya.

Diketahui, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB atau UNIFIL kembali menjadi korban luka-luka akibat ledakan yang terjadi di El Adeisse, Lebanon Selatan pada Jumat (3/4/2026).

Dua dari tiga prajurit mengalami luka serius dan telah dievakuasi ke rumah sakit. Kendati demikian, asal usul ledakan belum dapat dideteksi.

"Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut," kata Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel dalam keterangannya, dikutip pada Sabtu (4/4/2026).

tag: #tb-hasanuddin  #dpr  #tni  #pdip  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement