Oleh Sahlan Ake pada hari Minggu, 19 Apr 2026 - 18:00:10 WIB
Bagikan Berita ini :

TB Hasanuddin: Pemerintah Harus Turun dan Pastikan Apa yang Sebenarnya Terjadi di Kemburu Papua

tscom_news_photo_1776596410.jpg
TB Hasanuddin Anggota Komisi I DPR RI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyoroti insiden baku tembak yang terjadi pada 14 April 2026 di Kemburu, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yang diduga menewaskan 12 warga sipil. Ia menekankan pentingnya langkah cepat dan transparan dari pemerintah untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa tersebut.

Menurut TB Hasanuddin, hingga saat ini terdapat beragam laporan yang beredar di publik sehingga berpotensi menimbulkan keresahan. Oleh karena itu, ia mendorong pembentukan tim investigasi yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta unsur gabungan termasuk aparat penegak hukum.

“Harus ada tim yang benar-benar turun ke lapangan untuk memastikan apa yang sesungguhnya terjadi. Ini penting agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat, tetapi juga tidak memojokkan institusi TNI tanpa dasar yang jelas,” ujar TB Hasanuddin, Minggu (19/4/2026).

Ia menegaskan, dari berbagai laporan yang ada, pemerintah perlu segera mengambil langkah investigasi yang objektif disertai penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran. Di sisi lain, negara juga wajib hadir memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

“Penegakan hukum harus berjalan, tetapi perhatian kepada korban dan keluarganya juga tidak boleh diabaikan. Negara harus hadir memberikan perlindungan dan pendampingan,” tegasnya.

Dalam konteks pengawasan, TB Hasanuddin menyatakan bahwa DPR RI, khususnya Komisi I, memiliki peran penting untuk memastikan akuntabilitas operasi di lapangan, termasuk terhadap Satgas Habema.

“Parlemen akan menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta keterangan dari Panglima TNI serta berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kemenko Polhukam dan Komnas HAM, guna memastikan proses berjalan transparan dan adil,” jelasnya.

Ia berharap penanganan kasus ini dapat dilakukan secara profesional, terbuka, dan berkeadilan, sehingga tidak memperkeruh situasi keamanan di Papua serta tetap menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Dilaporkan, insiden kontak tembak yang menyebabkan warga sipil tewas di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, masih belum menemukan titik terang. Dua pihak yang terlibat, yakni pihak TNI dan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM, saling tuding sebagai dalang tewasnya warga sipil ini.

Insiden kontak tembak ini dilaporkan terjadi di dua lokasi, yakni Kampung Kembru di Distrik Kembru dan Kampung Jigunggi di Distrik Mageabume, Selasa (14/4/2026). Dari kedua insiden, jumlah korban jiwa masih belum pasti.

tag: #tb-hasanuddin  #dpr  #tni  #menhan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement