Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 20 Mei 2026 - 23:12:42 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR: Judi Online Mengancam Masa Depan Generasi Muda Indonesia

tscom_news_photo_1779293562.jpg
Andina Thresia Narang Anggota Komisi I DPR RI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia bersama Komisi I DPR RI kembali menggelar Webinar Literasi Digital bertema “Bijak Digital Tanpa Judi Online” pada Senin, 18 Mei 2026 di Digi Studio, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap bahaya judi online serta pentingnya membangun budaya digital yang sehat dan produktif.

Webinar menghadirkan Andina Thresia Narang sebagai narasumber utama, didampingi Dr. Ir. Endah Murtiana Sari, S.T., M.M. selaku Rektor Universitas Sains Indonesia dan Budhi Haryadi, A.Md.Kom., S.M., M.I.Kom sebagai praktisi komunikasi. Acara dipandu oleh moderator Alyvia Indria Putri dan MC Azizah, serta dimeriahkan hiburan dari SC Band.

Dalam pemaparannya, Andina Thresia Narang menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi masyarakat, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan serius berupa maraknya judi online yang kini semakin mudah diakses melalui media sosial dan platform digital.

Menurutnya, fenomena tersebut menjadi ancaman nyata bagi generasi muda karena tidak hanya merusak kondisi ekonomi, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental, produktivitas, dan masa depan masyarakat.

Andina menyampaikan bahwa ruang digital saat ini sedang menghadapi persoalan serius akibat pengaruh algoritma digital yang mampu membentuk pola konsumsi informasi dan perilaku masyarakat. Ia menilai masyarakat harus memiliki kemampuan literasi digital agar tidak mudah terjebak pada konten negatif, manipulasi digital, maupun praktik perjudian online yang dikemas secara menarik dan masif di internet.

“Literasi digital bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, dan menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab. Judi online adalah ancaman serius yang harus dilawan bersama melalui edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat,” tegas Andina Thresia Narang.

Ia juga menekankan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membangun ketahanan digital masyarakat. Orang tua diharapkan mampu menjadi pendamping anak dalam menggunakan internet dan media sosial agar generasi muda tidak mudah terpapar aktivitas digital yang merugikan.

Selain itu, menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas, media, dan platform digital juga sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat.

Sementara itu, Dr. Ir. Endah Murtiana Sari menjelaskan bahwa judi online telah berkembang menjadi persoalan sosial yang berdampak luas terhadap kondisi ekonomi masyarakat dan ketahanan keluarga. Ia mengajak masyarakat untuk lebih produktif memanfaatkan teknologi digital melalui kegiatan kreatif, pendidikan, dan pengembangan keterampilan digital yang positif.

Di sisi lain, Budhi Haryadi menyoroti pentingnya membangun kesadaran kritis masyarakat di tengah kuatnya pengaruh algoritma media sosial. Menurutnya, rendahnya budaya literasi membuat masyarakat rentan terhadap hoaks, propaganda digital, dan manipulasi psikologis yang banyak digunakan dalam praktik judi online.

Melalui webinar ini, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital RI bersama Komisi I DPR RI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan teknologi digital secara sehat, aman, dan produktif. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan literasi digital nasional dalam menghadapi berbagai tantangan ruang siber di era transformasi digital.

tag: #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement