
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA menyampaikan rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya penyelenggaraan peringatan akbar Hari Guru (HG) 109/ Hari Silsilah tarekat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah Maulana Sayyidi Syaikh Prof Dr Kadirun Yahya Muhammad Amin, Msc Alkhalidi di Surau Qutubul Amin, Arco, Depok.
"Ayahanda Guru (Prof Dr Kadirun Yahya Muhamad Amin, MSc Alkhalidi) bukan saja membangun cinta tanah air, membangun nasionalisme yang tidak hanya berada di dalam semangat, tetapi dalam pengabdian dan doa-doa," kata Menko Muhaimin menyampaikan apresiasinya di depan ribuan jamaah murid tarikat sang Mursyid yang profesor ahli fisika/kimia atau ilmu atom itu pada puncak peringatan Hari Guru/ Hari Silsilah, 20 Juni 2026.
"Tanpa pamrih, (murid murid Beliau) tanpa perintah, tanpa permintaan pemerintah, tanpa permintaan siapapun terus mendoakan bangsa kita, bahkan setiap saat mengikhtiari, mengambil langkah khusus agar bangsa kita tetap bersatu, tetap kuat, agar tetap selamat menghadapi badai global maupun nasional," tandas Muhaimin.
Sebelumnya, Menag Nasaruddin Umar di depan massa yang membanjiri area peringatan, juga menyampaikan apresiasinya.
"Saya Menteri Agama RI menyampaikan setinggi-tingginya atas penyelenggaraan kegiatan peringatan Hari Silsilah tarekat Naqsyabandiyah Prof Dr H Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin Alkhalidi," kata Menag.
Menag menyampaikan ini lewat videotapping yang ditampilkan di videotron ukuran besar 10 meter x 4,5 meter. Menag minta maaf karena berhalangan untuk bisa bertatap muka langsung dengan jamaah yang dijadualkan berlangsung sehari sebelum puncak peringatan pada 20 Juni itu.
"Sebenarnya, saya pingin sekali, dan sudah menjadualkan. Tapi, tiba-tiba ada acara mendadak yang tidak boleh saya tundakan. Saya harus ke suatu tempat yang diperintahkan," kata Menag.
Peringatan Hari Guru atau Hari Silsilah ke-35 ini rutin tiap tahun pada 20 Juni, yang merupakan hari lahir Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya diselenggarakan Yayasan Surau Qutubul Amin (SQA). Berlangsung sejak Pukul 07.00 hingga Ashar di Pendopo Agung SQA. Dirangkai kegiatan ziarah akbar seluruh jamaah antara Pukul 10.30 sampai 14.30 WIB.
Pembina Yayasan SQA, Ibunda Dra Hj Erlina Kadirun Yahya, isteri terkasih Almaghfurlah profesor yang oleh anak murid tarekatnya dipanggil Ayahanda Guru, juga hadir di hadapan massa jamaah yang datang dari dalam maupun luar negeri seperti Malaysia. Bahkan, ada yang dari Eropa, yakni Swiss.
Menko Muhaimin hadir bersama para murid tarikat dari kalangan pejabat pemerintahan lainnya.
Sejumlah pejabat Depok juga hadir sebagai tamu undangan. Diantaranya, Walikota Depok diwakili Wawali Chandra Rahmansyah, Kakesbangpol Depok Imaduddin, Ketua MUI Depok diwakili KH Ade Yusuf Mujaddid, Ketua DMI Depok H Eko Waludi, Ketua FKUB Depok KH Abdul Gani.
Turut mendampingi Ibunda Erlina Kadirun Yahya, Pimpinan Dzahiriyah SQA Ir H Raden Novendy Ahmad Hadiawan, Ketua Majelis Silaturahmi SQA H. Suroso Surya Atmadja, Ketua Yayasan SQA Ir Sinaryudha, serta para fungsionaris SQA diantaranya, Irjen Pol (Purn) Istiono dan Letjen TNI (Purn) Musa Bangun, Brigjen Pol (Purn) Eko Nugrohadi.
Menag menegaskan peringatan ini menjadi momen penting untuk mengenang dan meneladani sosok Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya sebagai seorang ulama besar, seorang akademisi dan seorang Mursyid kharismatik.
"(Beliau) yang memimpin silsilah emas tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah," tegas Menag tentang waliyyam mursyida yang lahir di Pangkalan Brandan, 20 Juni 1917
Beliau, lanjut Menag, membuktikan ke kita bahwa kecintaan kepada Allah Subhannahu wa ta"la dan kedalaman spiritual tidak menghalangi kiprah seseorang berkontribusi pada negara, ilmu pengetahuan, keluarga juga menjadi lentera penerang bagi akal dan budi pekerti manusia di era modern yang penuh tantangan.
"Peranan tarekat Naqsyabandiyah yang berpusat pada dzikrullah diharapkan mampu menjadi penawar, benteng pertahanan umat, sebagai sarana taqziatul nafs, dan membangun kesalehan individual, sekaligus memperkuat kesalehan sosial," kata Menag.
Menurutnya, tarekat telah tumbuh secara historis menjadi pilar penjaga moral bangsa, penyebar Islam yang rahmatalil alamin, serta elemen perekat persatuan dan kesatuan negara RI.
"Pemerintah melalui kementerian agama mengajak seluruh jamaah Naqsyabandiyah untuk terus mendoakan bangsa Indonesia agar semakin damai dan sejahtera didalam lindungan Allah," tutur Menag.
"Mari kita teruskan semangat perjuangan Ayahanda Guru kita, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga di dalam pengabdian kepada masyarat, keluarga dan negara," imbuhnya.
Menag berharap peringatan hari silsilah ini menjadi momen peningkatan kualitas ibadah kiita, mempererat tali silaturahmi dan memberikan keberkahan bagi kita semua.
"Sekali lagi, saya mohon maaf bapak ibu sekalian, tanpa mengurangi rasa respek, hormat saya, tetaplah melanjutkan kegiatannya, mudah mudahan semuanya sukses," kata Menag.
Ketua Majelis Silaturrahmi SQA H Suroso menyampaikan terimakasih atas atensi kedua menteri Kabinet Merah Putih terhadap perhelatan Akbar Hari Guru/ Hari Silsilah tahun ini.
"Kami juga sangat mengapresiasi perhatian besar Pak Menko Muhaimin Iskandar dan Pak Menag Nasaruddin Umar," kata H. Suroso.Keduanya, lanjut H Suroso, hadir di momen peringatan Akbar ini sama sama dua kali. Hanya, Menag Nasarrudin Umar saat kali pertama hadir sebagai pembicara seminar HG 100 tahun 2017 masih menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal.