Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 05 Sep 2026 - 11:39:49 WIB
Bagikan Berita ini :

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lebih Dekat untuk Melayani, Melindungi dan Memberdayakan Pekerja

tscom_news_photo_1788583189.jpg
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kebayoran Baru Rafik Ahmad (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Bagi BPJS Ketenagakerjaan, kesejahteraan pekerja dan keluarganya merupakan tujuan dari setiap perlindungan yang diberikan. Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan senantiasa hadir dalam setiap perjalanan pekerja, mulai dari saat bekerja, ketika menghadapi risiko, hingga saat mereka berusaha bangkit dan melanjutkan kehidupan.

Semangat itulah yang dibawa BPJS Ketenagakerjaan dalam memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) tahun 2026.

Bukan sekadar seremoni, Harpelnas menjadi momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk hadir lebih dekat, melayani, melindungi dan memberdayakan para pekerja.

Seperti yang dilakukan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kebayoran Baru Rafik Ahmad saat terjun langsung menyapa para peserta yang datang. Tak sekadar menyapa, Rafik turut memberikan informasi dan edukasi langsung kepada peserta tentang pentingnya setiap pekerja memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Rafik menyebutkan, jaminan sosial ketenagakerjaan memegang peranan penting dalam menjaga keberlanjutan hidup pekerja dan keluarganya ketika menghadapi risiko, mulai dari kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, memasuki hari tua, hingga meninggal dunia.

Pada kesempatan tersebut, Rafik menyerahkan secara simbolis santunan manfaat program Jaminan Kematian (JKM) kepada Ibu Sugiarti selaku istri dari almarhum Bapak Drajat Hari Santoso yang berprofesi sebagai pedagang di ITC Fatmawati Jakarta Selatan.

Bagi BPJS Ketenagakerjaan, manfaat program BPJS Ketenagakerjaan yang telah dibayarkan kepada peserta, tidak lantas hanya berhenti ketika manfaat sudah dibayarkan. Ada kehidupan yang harus dilanjutkan dan ada keluarga yang perlu kembali berdiri setelah melewati masa sulit.

Hal inilah yang turut dirasakan Runie, seorang ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berusaha kembali menata kehidupannya setelah ditinggal sang suami tercinta.

Setelah menerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan, Runie mendapatkan pendampingan melalui Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Berbekal pelatihan dan pendampingan yang diterimanya, perlahan ia mulai bangkit dan kini merintis usaha kue tradisional dan pakaian sebagai sumber penghidupan bagi keluarganya.

Pada momentum Harpelnas tersebut, produk usaha Runie turut dipamerkan dan dipasarkan di Kantor Cabang Jakarta Kebayoran Baru. Bagi Rafik, kisah Runie menjadi salah satu gambaran bahwa manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan dapat memberikan nilai yang lebih jauh bagi pekerja dan keluarganya.

“Bagi kami, kehadiran Ibu Runie bukan hanya sekadar memamerkan produk, tetapi juga menjadi bukti bahwa program perlindungan dan pemberdayaan yang dihadirkan BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan ruang bagi peserta untuk terus berkembang, mandiri, dan meningkatkan potensi usahanya.

Kami berharap kesempatan seperti ini dapat membuka akses yang lebih luas bagi para peserta program PEKA untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat, memperluas jaringan, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam mengembangkan usaha.

Kue tradisional dan pakaian yang dipamerkan Ibu Runie merupakan contoh nyata dari potensi ekonomi kreatif yang tumbuh dari masyarakat. Kami ingin peserta tidak hanya mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan naik kelas.

Momentum Harpelnas 2026 ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mendorong kolaborasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, khususnya para pekerja dan pelaku usaha yang menjadi bagian dari program PEKA.

Kami berharap kisah Ibu Runie dapat menginspirasi peserta lainnya bahwa setiap usaha, sekecil apa pun, memiliki potensi untuk berkembang apabila diberikan kesempatan, pendampingan, dan akses yang tepat.”

Semangat tersebut sejalan dengan Value Beyond Protection yang terus didorong BPJS Ketenagakerjaan. Melalui prinsip Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan (3M), BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan pekerja mendapatkan pelayanan terbaik, semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan, serta peserta dan keluarganya tetap memiliki kesempatan untuk kembali berdaya setelah menghadapi risiko.

“Harpelnas ini bukan sekadar momentum satu hari. Kami ingin terus proaktif melayani, memperluas perlindungan, sekaligus memastikan manfaat yang diterima peserta dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kehidupan mereka dan keluarganya,” kata Rafik.

Menurut Rafik, selain kegiatan penyerahan santunan dan pameran produk UMKM program PEKA di kantor, pihaknya juga melakukan kegiatan eksternal dengan mengunjungi peserta pasien di Rumah Sakit PLKK pertamina (RSPP), visit customer relationship management di store Grand Lucky Jakarta dan melakukan perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bersama Gojek.

Melalui momentum Harpelnas, BPJS Ketenagakerjaan ingin semakin menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Saiful berharap setiap peserta dapat semakin merasakan manfaat nyata dari perlindungan yang dimiliki dan mendapatkan pengalaman layanan yang sesuai dengan kebutuhannya.

“Selamat Hari Pelanggan Nasional 2026 kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami akan terus hadir untuk memberikan pelayanan terbaik, memperluas perlindungan, serta bersama-sama mewujudkan pekerja dan keluarga Indonesia yang sejahtera,” tutup Rafik.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement