
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Andina Thresia Narang mendorong pemuda menjadi pencipta inovasi digital. Ia menilai generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab.
Pesan tersebut disampaikan Andina dalam Sosialisasi Merajut Nusantara bersama BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital, 12 Oktober 2026. Kegiatan bertema “Muda, Cakap, dan Berdaya di Era Digital” berlangsung di Digi Studio, Ciputat Timur.
Andina menjelaskan ruang digital kini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern sehari-hari. Teknologi digunakan untuk mendukung pendidikan, pekerjaan, komunikasi, hingga penyampaian aspirasi publik.
Berdasarkan data APJII 2025, penetrasi internet Indonesia mencapai 80,66 persen atau sekitar 229,4 juta penduduk..Sementara itu, penetrasi internet wilayah Kalimantan tercatat mencapai angka sebesar 78,72 persen.
Menurut Andina, tingginya penggunaan internet memberikan peluang besar bagi pemuda mengembangkan potensi diri. Namun, peningkatan konektivitas perlu disertai pemerataan akses dan peningkatan kemampuan digital masyarakat.
Ia menyebutkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia 2025 mencapai 44,53 dari skala maksimal 100. Capaian tersebut meningkat 1,19 poin dibandingkan tahun sebelumnya melalui penguatan empat pilar digital.
Andina menyampaikan tiga kemampuan utama yang harus dimiliki generasi muda menghadapi perkembangan teknologi. Kemampuan tersebut meliputi kecakapan digital, produktivitas digital, serta tanggung jawab dalam ruang digital.
Kecakapan digital berarti mampu menggunakan teknologi, berpikir kritis, dan memeriksa kebenaran informasi. Pemuda juga harus memahami keamanan data pribadi serta dampak jejak digital.
Produktivitas digital mendorong generasi muda menghasilkan karya, membangun usaha, dan membuka peluang ekonomi. Teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan kompetensi serta peningkatan kreativitas.
Andina mengingatkan berbagai tantangan digital seperti hoaks, penipuan daring, dan perundungan siber. Masyarakat perlu meningkatkan literasi agar mampu menggunakan internet secara aman dan bijaksana.
Menurutnya, ruang digital dapat memperkenalkan potensi daerah, UMKM, budaya lokal, serta kreativitas pemuda. Kemampuan digital memungkinkan masyarakat mengembangkan peluang tanpa harus meninggalkan daerah asal.
Andina menegaskan pemanfaatan teknologi harus tetap berlandaskan nilai Pancasila dan keberagaman Indonesia. Generasi muda diharapkan menggunakan ruang digital untuk memperkuat persatuan bangsa.
Sementara itu, Dra. Molly Prabawaty, M.A.P., menekankan pentingnya penguatan literasi digital masyarakat. Ia menjelaskan empat pilar utama berupa cakap digital, aman digital, budaya digital, dan etika digital.
Molly mengatakan generasi muda perlu berpikir kritis dan menjaga keamanan informasi pribadi.
Selain itu, teknologi harus dimanfaatkan untuk belajar, berkarya, berinovasi, dan berwirausaha.
Ia menilai kolaborasi pemerintah, keluarga, sekolah, komunitas, serta dunia usaha sangat diperlukan.
Kerja sama tersebut penting membangun ekosistem digital yang sehat dan produktif.
Narasumber akademisi sekaligus pegiat literasi Ramadhan menjelaskan perubahan medan perjuangan pemuda. Menurutnya, ruang digital kini menjadi tempat menyampaikan gagasan dan membangun jejaring sosial.
Ramadhan menilai peluang digital harus diimbangi kemampuan kritis dan budaya keamanan masyarakat. Pemuda juga diharapkan menjadi agen literasi digital di lingkungan keluarga dan komunitas.
Melalui kegiatan Merajut Nusantara, BAKTI Komdigi bersama Komisi I DPR RI memperkuat kapasitas generasi muda. Program tersebut bertujuan menciptakan masyarakat digital yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab.
Semangat “Muda, Cakap, dan Berdaya di Era Digital” menjadi pesan utama kegiatan tersebut. Generasi muda diharapkan mampu berkarya, berinovasi, dan berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.