Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:56:25 WIB
Bagikan Berita ini :

Presiden JDF Asia Pasifik: Pelarangan Jilbab Mengusik Kebebasan Beragama, Azerbaijan Harus Menjunjung HAM

tscom_news_photo_1792230985.jpg
(Sumber foto : )

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Presiden Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik, Dr. Jazuli Juwaini, MA, MM, menyampaikan keprihatinan atas kebijakan pelarangan jilbab di sekolah-sekolah Azerbaijan. Kebijakan tersebut perlu ditinjau secara bijaksana dengan mengedepankan hak asasi manusia (HAM), kebebasan beragama, hak atas pendidikan, serta prinsip nondiskriminasi.

“Jilbab bagi perempuan Muslim bukan sekadar pakaian, melainkan bagian dari keyakinan dan identitas yang harus dihormati. Negara memang berwenang mengatur pendidikan, tetapi kewenangan itu harus dijalankan secara adil dan proporsional, tanpa mengorbankan hak dasar warga negara apalagi anak-anak sekolah,” tegas Dr. Jazuli Juwaini.

JDF Asia Pasifik menegaskan bahwa kebebasan beragama dan hak atas pendidikan merupakan nilai universal yang ditegaskan dalam Piagam PBB, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM), serta Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR). Setiap pembatasan terhadap ekspresi keagamaan harus memiliki dasar yang sah dan memenuhi prinsip kebutuhan serta proporsionalitas sesuai hukum HAM internasional.

Harmoni dan perdamaian tidak dibangun melalui penyeragaman identitas, melainkan melalui toleransi, keadilan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Sekolah dimana pun berada semestinya menjadi ruang aman bagi setiap anak untuk belajar dan meraih masa depan, bukan tempat terjadinya pengekangan karena keyakinan agamanya atas dasar apapun.

Karena itu, JDF Asia Pasifik mendorong Pemerintah Azerbaijan untuk meninjau kembali kebijakan pelarangan jilbab, membuka dialog dengan rakyatnya khususnya orang tua, pendidik, komunitas keagamaan, dan masyarakat sipil, serta memastikan tidak ada peserta didik yang kehilangan hak pendidikan akibat ekspresi keyakinannya. Apalagi Azarbaijan sejatinya negara mayoritas muslim dan aspirasi rakyatnya menolak kebijakan represif dan diskriminatif tersebut.

“Kebesaran sebuah negara tidak hanya diukur dari kekuatan dan kewenangannya, tetapi juga dari kemampuannya menghormati martabat setiap manusia. Kami mendorong Azerbaijan mengambil kebijakan yang adil, bijaksana, dan bermartabat agar semakin dihormati dunia. Jangan pertentangkan harmoni negara atau pendidikan dengan kebebasan beragama; keduanya dapat berjalan seiring dalam masyarakat yang damai dan beradab,” tutup Dr. Jazuli Juwaini.

Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik berkomitmen mendorong tegaknya HAM, demokrasi, toleransi, dan perdamaian dunia yang berlandaskan keadilan serta penghormatan terhadap martabat manusia.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement