Jakarta
Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 19 Apr 2016 - 12:27:53 WIB
Bagikan Berita ini :

Sebut BPK Ngaco, DPR: Ahok tak Punya Etika

54wenny-warrouw.jpg
Wenny Warouw (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota Komisi III DPR RI Wenny Warouw mengatakan, peryataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut audit investigasi Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) "ngaco" menunjukkan dirinya tak punya etika.

"Itulah, mungkin dia benar, mungkin dia salah, tapi enggak boleh dong seorang kepala pejabat negara itu tidak etis. Kita harus didusukan secara proporsional," kata Wenny di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (19/4/2016).

Komisi III sendiri, kata Wenny, akan melakukan pemanggilan kepada Gubernur DKI tersebut terkait temuan Badan Keuangan Negara (BPK) dalam kasus lahan Sumber Waras.

"Oh nanti, kan kita sudah ke BPK, nanti kita rapat dengan KPK. Kalau memang perlu kita dengar penjelasan saudara Ahok, dia wajib hadir di Komisi III," katanya.

Politisi Gerinda ini bahkan mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus Sumber Waras dari hasil audit BPK.

"Kan penyidik lagi kumpulkan bukti-bukti data, jangan langsung vonis. BPK menyatakan ada bukti, KPK tidak, nanti kita kroscek. Dalam waktu dekat ada jawaban pasti masalah ini," tandasnya.

Sebelumnya, Ahok berpendapat, hasil audit investigasi BPK soal pembelian lahan RS Sumber Waras keliru. Audit dilakukan atas permintaan KPK.

BPK menemukan adanya perbedaan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada lahan di sekitar RS Sumber Waras di Jalan Tomang Utara, dengan lahan rumah sakit itu sendiri di Jalan Kyai Tapa.

Pembelian lahan itu membuat negara dirugikan hingga Rp 191 miliar. BPK juga merekomendasikan pengadaan lahan tersebut dibatalkan, namun rekomendasi tak dijalankan Ahok. (mnx)

tag: #bpk  #rs-sumber-waras  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Tujuh Indikator Pelemahan Ekonomi dan Tantangan Pertumbuhan.

Oleh Tim Teropong Senayan
pada hari Sabtu, 05 Apr 2025
Situasi perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan berbagai tanda pelemahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Setidaknya terdapat tujuh indikator utama yang menggambarkan kondisi ini: 1. ...
Jakarta

Rupiah Terus Melemah: Apa yang Bisa Dilakukan?

Jakarta, 25 Maret 2025-Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami tekanan signifikan. Hari ini, rupiah telah mencapai Rp16.549 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh Rp16.639 di pasar ...