Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Minggu, 29 Mei 2016 - 09:57:46 WIB
Bagikan Berita ini :

Menolak Pelaporan Lewat Qlue, Ketua RW 12 Kebun Melati Dipecat

52aplikasi-qlue.jpg
Aplikasi Qlue (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Para Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-Tanah Abang, Jakarta Pusat kompak menyatakan menolak terhadap SK Gub No 903/2016 tentang pelaporan melalui aplikasi Qlue. Perlawanan ini ternyata berbuntut panjang.

Kepada TeropongSenayan, Wakil Ketua RW 12 Kebun Melati, Tanah Abang, Polly Siahaya mengatakan, pada Jumat (27/5/2016) malam, Ketua RW 12 Kebun Melati Agus Iskandar dipanggil oleh lurah Kebon Melati, Winetrin.

"Atas perintah Gubernur DKI Ahok, katanya terhitung mulai hari Senin (30/5/2016) besok, Agus Iskandar resmi diberhentikan dari Ketua RW 12 Kebon Melati. Besok SK pemberhentiannya menyusul," kata Polly mengawali pembicaraannya pada Sabtu (28/5/2016) malam.

Namun, kata Polly, Agus Iskandar tidak akan menerima pemecatan tersebut begitu saja.

“Kita terus melakukan konsolidasi dengan semua RT dan RW se-Tanah Abang untuk menyiapkan langkah-langkah taktis untuk melawan Ahok dan antek-anteknya," tegas Polly dengan nada gemetar.

Polly menambahkan dalam pertemuan yang dihadiri para perwakilan RT dan RW sebanyak 67 orang itu, semua pengurus RT dan RW sudah sepakat menolak SK Gub tentang Qlue dan menolak pemecatan kepada koleganya, Agus Iskandar.

"Intinya, setelah kami berdiskusi panjang, sampai kapanpun semua Ketua RW dan RT yang ada di Tanah Abang ini akan tetap menolak SK Gub tentang Qlue. Kita ini bukan budaknya Ahok, catat itu!," tegas Polly.

Untuk diketahui, awal bulan lalu, para Ketua RT/RW tersebut sudah menyatakan sikapnya tentang penolakannya.

Sebagai pejabat non pemerintah yang dipilih langsung oleh masyarakat, RT/RW tidak mau melaporkan kinerja melalui aplikasi Qlue yang berbasis telepon pintar karena dinilai merepotkan dan memberatkan. (mnx)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Tujuh Indikator Pelemahan Ekonomi dan Tantangan Pertumbuhan.

Oleh Tim Teropong Senayan
pada hari Sabtu, 05 Apr 2025
Situasi perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan berbagai tanda pelemahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Setidaknya terdapat tujuh indikator utama yang menggambarkan kondisi ini: 1. ...
Jakarta

Rupiah Terus Melemah: Apa yang Bisa Dilakukan?

Jakarta, 25 Maret 2025-Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami tekanan signifikan. Hari ini, rupiah telah mencapai Rp16.549 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh Rp16.639 di pasar ...