Jakarta
Oleh Alfian Risfil Auton pada hari Selasa, 02 Agu 2016 - 16:13:35 WIB
Bagikan Berita ini :

Warga Jakarta Sudah Lelah dan Marah kepada Gubernur DKI Jakarta

5TangkapAhok.JPG
(Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik menyebut bahwa warga Jakarta sudah geram dengan kelakuan gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pernyataan tersebut merujuk pada beberapa aksi penolakan warga Ibu Kota yang menolak wilayahnya didatangi oleh calon gubernur petahana Pilkada DKI 2017 itu.

Bahkan, kata Taufik, penolakan warga saat Ahok hendak meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di kawasan Koja, Jakarta Utara, itu merupakan peristiwa luar biasa dan tak pernah terjadi sebelumnya.

Ratusan warga secara frontal berani menolak kedatangan orang nomor satu di DKI Jakarta itu hingga berujung bentrok dengan aparat keamanan.

"Warga DKI sudah capek. Mereka kesal dengan kelakuan Gubernur (Ahok) yang kasar, sewenang-wenang, dan tidak santun. Ini jadi bukti bahwa warga marah," kata Taufik, di gedung DPRD DKI, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Menurutnya, hal ini memang sesuatu yang sangat langka dan luar biasa.

"Bayangkan, bagaimana warga bisa menolak seorang Gubernur untuk masuk wilayahnya sendiri. Ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah DKI," beber ‎Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta‎ itu.

Sebagaimana diketahui, Ahok beberapa kali ditolak warga di sejumlah wilayah Jakarta. Diantaranya, Luar Batang, Bandengan, Penjaringa, Muara Angke, Condet.

Yang paling menyedot perhatian warga adalah aksi ratusan warga Koja, Jakarta Utara, yang menolak kedatangan Ahok untuk meresmikan RPTRA di wilayah itu.

Bahkan, saat itu warga yang menamakan diri 'Presidium Jaringan Masyarakat Koja Tolak Penggusuran' sempat melempari mobil Ahok. (icl)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...