Berita
Oleh Atto Kuat pada hari Senin, 08 Agu 2016 - 06:56:35 WIB
Bagikan Berita ini :

Komisi III Ingin Pengakuan Freddy Budiman Ditelusuri

63(PDIP)PasaribuIII.jpg
Masinton Pasaribu (Sumber foto : Dokumen TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mengatakan tulisan Koordinator Kontras Haris Azhar mengenai keterlibatan penegak hukum Indonesia dalam bisnis narkoba harus ditelusuri.

"Ditelusuri. Sikap saya sejak awal mengenai keterangan Freddy Budiman kepada Haris Azhar walaupun itu tidak seutuhnya benar tetapi sekecil apa pun informasi itu penting karena itu berkaitan dengan sindikat jaringan peredaran narkotika," kata Masinton dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (7/8/2016).

Dia mengatakan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengatagorikan Freddy Budiman "cluster" bahwa dalam aspek jaringan narkotika.

"Bisa dibayangkan dong kalau "cluster" bawah saja kerja jaringannya sudah menyusup kemana-mana, apalagi kalau "cluster" menengah dan "cluster" atas. Kan ada 72 jaringan aktif kata BNN, nah itu yang kami minta supaya diungkap," tutur Masinton.

Sebaliknya Masionton menganggap langkah Polri, TNI, dan BNN melaporkan balik Haris Azhar atas tudingan pencemaran nama baik dan dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sebagai reaktif.

"Tidak perlu reaktif lah. Telusuri saja dulu lakukan investigasi baru kemudian diklarifikasi ke publik," ucap Masinton.

Haris Azhar resmi dilaporkan oleh TNI, BNN dan Polri ke Bareskrim Mabes Polri atasa tulisan Haris hasil wawancaranya dengan terpidana mati Freddy Budiman berjudul "Cerita Busuk dari Seorang Bandit: Kesaksian bertemu Freddy Budiman di Lapas Nusa Kambangan (2014)".

Dalam tulisan yang telah menyebar luas melalui media sosial itu, Freddy mengaku memberikan uang ratusan miliar rupiah kepada penegak hukum di Indonesia untuk melancarkan bisnis haramnya di Tanah Air. (icl)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR RI Tegaskan Pencegahan TPPO Harus Diperkuat melalui Literasi Digital dan Kolaborasi Nasional

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 26 Mei 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia bersama Komisi I DPR RI kembali menyelenggarakan Webinar Literasi ...
Berita

Webinar Literasi Digital Komdigi dan Komisi I DPR RI: Judi Online Jadi Ancaman Serius Generasi Muda, Literasi Digital Harus Diperkuat

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI kembali menggelar Webinar Literasi Digital dengan tema ...