Opini
Oleh Bani Saksono pada hari Selasa, 06 Jan 2015 - 20:26:25 WIB
Bagikan Berita ini :
Perluas Larangan Jalur Motor di Jakarta (2)

Terpicu Beli Mobil Murah, Jakarta Tambah Macet

15Biker Tolak Pembatasan Sepeda Motor-edo.jpg
Para biker menolak larangan pembatasan sepeda motor (Sumber foto : Dok Edo Rusyanto)
Teropong Juga:

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Makin diperluasnya zona larangan sepeda motor di Jakarta di sisi lain dinilai tak bakal mampu mengurangi kemacetan. "Bahkan, bisa jadi orang akan berbondong-bondong beli mobil murah. Jika demikian, ya Jakarta tetap saja macet," tutur Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Darmaningtyas.

Artinya, kata dia, di saat Pemprov DKI belum mampu menyediakan sarana transportasi umum massal yang aman, nyaman, terjangkau dalam arti murah, dan bebas macet, sepeda motor memang menjadi alat transportasi alternatif. Namun, kalau sepeda motor dilarang-larang, pada gilirannya mereka akan kembali menggunakan mobil.

"Jangan-jangan ada kongkalingkong dengan produsen mobil murah atau LCGC (low cost green car), atau Pemprov DKI lebih berorientasi mencari untung," tuturnya. Menurut Tyas, hal itu ditandai dengan akan diberlakukannya jalan berbayar (electronic road pricing/ERP). Orang kaya dan bermobil juga akan mendapat fasilitas kemudahan melintas di Jakarta, dengan dibangunnya jalan layang hanya khusus untuk mobil.

Yang adil, kata dia, harusnya Pemprov DKI menyediakan jaur khusus sepeda motor. Selama ini, tingginya angka kecelakaan llu intas dengan korban terbanyak pengendara sepeda motor akibat mereka terpaksa melintas di jalur cepat karena jalur kiri atau jalur lambat disita oleh angkutan umum atau jalur itu habis untuk parkir.

Ketua Umum Road Safety Association (RSA) Edo Rusyanto mengungkapkan, larangan atau pembatasan sepeda motor itu mengacu pada UU Nomor 22/2009 tentang LLAJ dan PP Nomor 332/Tahun 2011 tentang Manajemen dan Rekayasa, Analisis Dampak, Serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas. Namun, Edo mempertanyakan, sejauh mana tingkat kemacetan di Jakart disebabkan oleh banyaknya sepeda motor.

Data di Polda Metro Jaya menunjukkan, 42% kecelakaan lalu lintas dipicu oleh perilaku tidak tertib di jalan raya. Edo sependapat dengan Tyas, seharusnya Pemprov DKI menyiapkan dulu saran transportasi umum yang memadai. (b)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #zona larangan sepeda motor di jakarta  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Mimpi Indonesia Emas di Bawah Atap Sekolah Reot & Bocor

Oleh Didi Irawadi Syamsuddin, S.H.,LL. M
pada hari Selasa, 11 Agu 2026
Indonesia sedang menaruh harapan besar pada tahun 2045. Kita menyebutnya Indonesia Emas: sebuah negeri maju, ditopang generasi unggul, ekonomi yang kuat, teknologi modern, dan sumber daya manusia ...
Opini

Jajak Pendapat Marquette Tunjukkan Skeptisisme Publik AS Terhadap Konflik Iran dan Dukungan ke Israel

Sebuah jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh Fakultas Hukum Marquette mengindikasikan adanya skeptisisme signifikan di kalangan publik Amerika Serikat terkait konflik dengan Iran dan kebijakan ...