Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Senin, 21 Nov 2016 - 05:57:30 WIB
Bagikan Berita ini :

Bank Dunia Puji Bansos Indonesia

31(KabinetKerja)KhofifahII.jpg
Khofifah Indar Parawansa (Sumber foto : Dokumen TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, electronik warung gotong royong atau e-waroeng sebagai salah satu model transaksi non tunai untuk program bantuan sosial (bansos) dan berbagai subsidi menerima apresiasi dari Bank Dunia.

"Hari ini, perwakilan bank dunia untuk wilayah Asia Pasifik meninjau secara langsung bagaimana model transaksi non tunai bansos yang di dalamnya ada PKH dan konversi bantuan pangan," ungkapnya seperti dikutip dari siaran pers, Jakarta, Sabtu (19/11/2016).

Kehadiran bank dunia, menurut Khofifah, merupakan bukti nyata bahwa lembaga dunia tersebut mengakui segala upaya pemerintah untuk upaya perlindungan sosial bagi kalangan masyarakat ekonomi bawah.

"Hal itu artinya apa yang dilakukan pemerintah sudah terpotret dengan baik oleh bank dunia, sehingga membutuhkan keseriusan semua pihak yang terlibat di dalamnya," ujarnya.

Khofifah menyebutkan, termasuk untuk menggerakkan program bansos non tunai sebagai bagian dari upaya maksimalisasi ketepatan agar bisa sampai ke tangan penerima dengan tepat sasan, tepat jumlah, tepat waktu, serta tepat kualitas.

"Perlu upaya memaksimalkan bansos agar sampai ke tangan penerima dengan tepat sasan, tepat jumlah, tepat waktu, serta tepat kualitas," katanya.

Sejak Februari 2016, pihak Indonesia telah meminta dukungan dari Bank Dunia agar secara berkala membantu proses sosial register dengan menghadirkan best practice yang langsung didatangkan dari Brazil ke Jakarta untuk berdiskusi.

"Memang secara khusus saya meminta agar bank dunia mensupport dan secara berkala membantu sosial register dari Brazil sebagai best practice berdiskusi terutama untuk ketepatan-ketepatan yang harus lebih dimaksimalkan," ujar Khofifah.

Seperti diketahui, Brazil merupakan best practice dunia, karena dinilai sukses dalam upaya perlindungan sosial bagi keluarga dengan status ekonomi di bawah sehingga mampu mandiri dengan konsep Conditional Cash Transfer (CCT).

"Brazil menjadi rujukan dan best practice dunia terkait program perlindungan sosial bagi warga eknomi di bawah yang kemudian dikenal dengan CCT," ungkap Mensos menambahkan. (icl)

tag: #jokowijk  #kementerian-sosial  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

DPD Hanura DIY Resmi Dilantik, Siap Kibarkan "Bendera Singa" ke Seluruh Daerah

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 15 Sep 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Dewan Pimpinan Pusat Partai (DPP) Partai Hanura melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Provinsi Dearah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2026-2031 di ...
Berita

Ferry Juan SH: OTT HGB Bogor Tambah Luka Partai Golkar, Saatnya Koreksi Kepemimpinan dan Kembali ke Khittah

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor kembali mengguncang perhatian ...