Jakarta
Oleh Alfian Risfil Auton pada hari Kamis, 29 Des 2016 - 22:01:14 WIB
Bagikan Berita ini :

APBD Berlimpah, Tapi Ahok Gagal Mensejahterakan Warga DKI

16ahok.jpg
Basuki Tjahaja Purnama (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Peneliti dari NSEAS, Muchtar Effendi Harahap menilai kondisi bidang urusan pemerintahan di DKI Jakarta lebih baik di era kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo (Foke) ketimbang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahok, kondisi kehidupan rakyat DKI semakin menurun, memburuk dan merugi," kata Muchtar dalam sebuah diskusi KAHMI JAYA bertajuk 'Evaluasi Kepemimpinan Pemda DKI Jakarta' di Jalan Amir Hamzah, Jakarta Pusat, Kamis (29/12/2016).

Hal tersebut, kata dia, sesuai dengan data dan fakta yang ada. Dimana Ahok didukung sekitar Rp 70 triliun APBD, atau dua kali lipat dibandingkan era Foke, namun Ahok tak mampu mensejahterakan warga Jakarta.

"Karena itu, bukan saja dapat dinilai tidak layak menjadi Gubernur DKI, bahkan juga Ahok telah gagal meningkatkan kondisi kehidupan rakyat DKI menjadi lebih baik," kata dia.

Dia menilai program pembangunan yang dilaksanakan di era kepemimpinan Ahok selama ini ternyata tidak menghasilkan dampak positif atau manfaat berarti bagi rakyat DKI.

"Kondisi kehidupan rakyat DKI merugi, ini argumentasi bahwa Ahok telah gagal dan tidak layak kembali sebagai Gubernur DKI pasca Pilkada DKI 2017 mendatang," katanya.

"Makanya, di Pilkada ini warga DKI harus memilih kepemimpinan Gubernur DKI yang mampu membangun kondisi kehidupan yang lebih baik atau beruntung, bukan justru merugi. Besok harus lebih baik ketimbang hari ini," pesan dia. (icl)

tag: #ahok  #dki-jakarta  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...