Berita
Oleh Sahlan pada hari Selasa, 14 Feb 2017 - 15:36:26 WIB
Bagikan Berita ini :

Waketum Demokrat Tantang Antasari Buktikan Keterlibatan SBY

63Syarif-Hasan-indra.jpg
Syarif Hasan (Sumber foto : Dok/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan menantang mantan Ketua KPK Antasari Azhar untuk membuktikan bahwa Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengetahui kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnain itu.

"Begini aja, fitnah itu lebih kejam dari perbuatan lho. Jadi kalau lebih bagus ungkapkan aja semuanya. Buka-bukaan aja," ucap Syarif di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Syarif percaya SBY tidak pernah mengintervensi kasus Antasari Azhar

"Saya kan, kita kan udah tahu semua, bahwa Pak SBY tidak pernah campur tangan soal penegakan hukum, tidak pernah. Komitmen beliau dalam sehari-hari tidak pernah intervensi apalagi pengarahan apalagi kaya gitu. Kalau memang ada diungkapkan aja, dibuka aja jangan lakukan fitnah karena kalau tidak terbukti itu kan fitnah. Jadi jangan ada pembentukan opini," katanya.

Diketahui, Antasari Azhar akhirnya blak-blakan soal dugaan kriminalisasi terhadap dirinya.

Antasari sebelumnya terjerat kasus pembunuhan bos Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Ia menyebutkan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu menjabat Presiden mengetahui persis kasus yang menjeratnya.

"Saya mohon kepada Bapak SBY jujur, dia tahu perkara saya ini," ujar Antasari saat jumpa pers di gedung sementara Bareskrim Polri di Kementerian KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/2/2017).

Dia meminta SBY buka-bukaan mengenai aktor-aktor di balik kriminalisasi itu.

"Beliau jujur, cerita apa yang dia alami dan apa yang beliau perbuat, beliau perintahkan siapa dan siapa melakukan apa untuk merekayasa dan mengkriminalisasi," ujar Antasari.(yn)

tag: #antasari-azhar  #partai-demokrat  #susilo-bambang-yudhoyono-sby  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Berita Lainnya
Berita

Ridwan Tidak Buru-buru Buka Sekolah dan Pesantren, Mungkin Januari 2020

Oleh Rihad
pada hari Selasa, 02 Jun 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak buru-buru membuka sekolah dan pesantren di 15 wilayah zona biru. Berdasarkan wacana yang mengemuka, sekolah baru akan dibuka pada ...
Berita

Tak Edarkan Narkoba, Dwi Sasono Minta Rehabilitasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tidak ada indikasi aktor Dwi Sasono alias DS terlibat dalam jaringan pengedar narkoba. Demikian hasil penyidikan  Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan. ...