Jakarta
Oleh Mandra Pradipta pada hari Jumat, 17 Feb 2017 - 06:06:59 WIB
Bagikan Berita ini :

Faktor Kekompakan Etnis Cina dan Non Muslim Penentu Kemenangan Ahok

17ahok.jpg
Ahok-Djarot (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat untuk sementara unggul dalam hitung cepat. Kantong-kantong suara Ahok mayoritas dikawasan warga yang keturunan orang Cina.

Seperti halnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 30 Muara Baru (Pluit), Penjaringan, Jakarta Utara, di TPS 53 Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara dan TPS 54 Pantai Mutiara Pluit, Penjaringan dimenangkan mutlak oleh Pasangan Calon Gubernur serta Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 bernomor urut 2. Yang mayoritas warganya keturunan Cina dan menganut agama non muslim.

Pengamat politik Hendri Satrio menilai kemenangan Ahok di putaran pertama dikarenakan kekompakan, dan hal ini yang harus ditiru oleh banyak pihak.

"Bila kelompok lainnya tidak kompak maka kelompok yang kompak akan jadi pemimpinnya," ucap Hendri saat dihubungi TeropongSenayan, Kamis (16/2/2017).

Dirinya juga meminta kepada pihak yang kalah dalam pertarungan Pilkada ini dapat menerimanya dengan lapang dada.

"Ya jadi bila ada minoritas jadi pemenang ya karena mayoritas tidak kompak, nah setelah itu dua kelompok ini harus wajib saling menghargai," tandasnya.

Dari data penghitungan sementara KPU pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di posisi pertama. Urutan kedua ditempati pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Lalu urutan terakhir diisi Agus Yudhoyono-Sylviana Murni. (icl)

tag: #ahokdjarot  #pilkada-jakarta-2017  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...