Jakarta
Oleh Alfian Rifsil Auton pada hari Jumat, 07 Apr 2017 - 06:53:30 WIB
Bagikan Berita ini :

Diduga Lakukan Politik Uang, Bawaslu Akan Periksa Timses Ahok-Djarot

35ahok.jpg
Ahok-Djarot (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Muhammad Jufri memastikan, pihaknya akan menindaklanjuti terkait aksi bagi-bagi sembako diduga oleh Timses Ahok-Djarot, Ashraf Ali dalam acara pengajian bertajuk‎ 'Ngaji Kebangsaan‎' di Pasar Manggis‎, Setiabudi, Jakarta Selatan,pada Sabtu (1/4/2017) pekan lalu.

Jufri mengatakan, pihaknya sudah mendengar perihal dugaan politik uang dar pelapor, salah seorang warga penerima sembako, Siti Rahmah.

"Pelapor sudah dimintai keterangan. Besok (hari ini), Jumat, 7 April, terlapor Ashraf Ali dan dua orang panitia acara akan dipanggil untuk dimintai keterangan," kata Jufri, Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Dijelaskan dia, selama lima hari ke depan, Bawaslu DKI akan bekerja maraton untuk menelusuri kasus tersebut, apakah ditemukan adanya tindak pidana pemilu atau tidak.
"Insyaallah, selasa (11/4/2017) pekan depan akan diputuskan (hasilnya)," ujar Jufri.

Jika ditemukan adanya pelanggaran tersebut, pemberi dan penerima dapat dipidana paling lama 72 bulan dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Diketahui, aksi bagi-bagi sembako yang sempat membuat geger warga Kelurahan Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (1/4/2017) lalu, ternyata berbuntut panjang.

Wakil Ketua DPD Golkar DKI Jakarta yang juga Timses nomor 2, Ashraf Ali dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta atas dugaan aktor intelektual dibalik pembagian sembako yang diawali acara pengajian.

Ashraf yang saat ini juga menjabat sebagai anggota DPRD DKI kebetulan memang berasal dari lokasi digelarnya pengajian, yaitu Dapil Setiabudi, Jakarta Selatan.

Tim Anies-Sandi bidang hukum dan advokasi, Amir Hamzah meyakini, aksi tersebut merupakan bentuk lain dari politik uang sebagai upaya 'nakal' yang dilakukan pendukung pasangan nomor 2 agar warga setempat memilih Ahok-Djarot pada 19 April mendatang.

"Jadi, ada laporan dari warga yang menerima sembako dan diminta untuk memilih pasangan calon nomor 2," ujar Amir saat mendampingi warga penerima sembako, Siti Rahmah, usai membuat laporan ke Bawaslu DKI, Sunter,Jakarta Utara, Kamis (6/4/2017). ‎

Amir mengatakan, selain Ashraf, ada dua orang lain yang juga ikut dilaporkan, yakni Iwan yang membagikan kupon beberapa hari sebelum pengajian, dan Iti yang membagikan sembako pada pada saat pengajian. (icl)

tag: #ahokdjarot  #pilkada-jakarta-2017  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...